Komisioner KPU Provinsi Bengkulu saat menyampaikan keterangan pers terkait pelaksanaan tahapan pilkada di daerah itu. Foto ANTARA/Carminanda.
Komisioner KPU Provinsi Bengkulu saat menyampaikan keterangan pers terkait pelaksanaan tahapan pilkada di daerah itu. Foto ANTARA/Carminanda.

KPU Bengkulu Pastikan Pasien Covid-19 Tetap Bisa Nyoblos

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020 Pasien Covid-19
Antara • 28 September 2020 20:24
Bengkulu: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu memastikan pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 tetap bisa menggunakan hak pilihnya pada pilkada mendatang.
 
Komisioner KPU Provinsi Bengkulu, Eko Sugianto, mengatakan pada prinsipnya pemilih yang sudah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) wajib mendapatkan hak pilih.
 
"Jadi mereka tetap bisa menggunakan hak pilihnya baik untuk memilih bupati dan wakil bupati maupun memilih gubernur dan wakil gubernur," kata Eko di Bengkulu, Senin, 28 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: KPU Kota Makassar Batasi Jumlah Dana Kampanye Rp95,6 miliar
 
Eko menjelaskan nantinya pada hari pemilihan, pasien positif covid-19 akan didatangi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan alat pelindung diri (APD) lengkap dengan membawa surat suara untuk dicoblos.
 
Hal tersebut dilakukan lantaran tidak mungkin membawa pasien positif covid-19 ke tempat pemungutan suara (TPS) karena dikhawatirkan akan terjadi penularan.
 
"Petugas kami yang dilengkapi APD akan mendatangi yang bersangkutan di tempat isolasi karena kami tidak mungkin membawa yang bersangkutan ke TPS sebab bisa berpotensi terjadi klaster penularan dan kami akan melaksanakan protokol yang sangat ketat," jelasnya.
 
Menurutnya pasien positif covid-19 harus menggunakan hak pilihnya sendiri dan tidak boleh diwakilkan karena bertentangan dengan prinsip pemilu dan aturan. Kecuali, jika ada kesepakatan komitmen atau dalam keadaan yang bersangkutan tidak mampu untuk menggunakan hak pilihnya.
 
"Inilah makna azas pemilihan langsung, selama yang bersangkutan masih bisa, maka tidak boleh diwakilkan," ujar Eko.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif