Dua paslon Pilkada Sulawesi Tengah. (Foto: ANTARA/Istimewa)
Dua paslon Pilkada Sulawesi Tengah. (Foto: ANTARA/Istimewa)

Paslon Dilarang Bawa Massa Pendukung pada Debat Publik

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020 Protokol Covid-19
Antara • 19 Oktober 2020 10:43
Palu: Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang pasangan calon membawa massa pendukung saat debat publik tahap pertama calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah 2020.
 
"Sebagaimana Peraturan KPU (PKPU) Nomor 11 tentang kampanye di masa pandemi covid-19 melarang melibatkan orang dalam jumlah yang banyak dalam setiap kegiatan, termasuk debat publik nanti," kata Komisioner Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Sulteng, Sahran Raden, Senin, 19 Oktober 2020.
 
Dia menjelaskan KPU telah membatasi jumlah tamu undangan yang hadir dalam debat dan hanya memberi ruang kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Kemudian tim pasangan calon masing-masing empat orang, Bawaslu dua orang, dan komisioner KPU Sulteng lima orang serta tim penyusun materi tujuh orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, massa pendukung maupun partisipan setiap pasangan calon tidak diperkenankan hadir di areal kegiatan debat yang berpotensi memicu kerumunan orang.
 
"Kami ingin kerja sama semua pihak agar menaati aturan yang sudah dibuat. Ini juga untuk kebaikan bersama sekaligus mendukung upaya pemerintah mencegah penyebaran virus korona," ujar Sahran.
 
Baca juga:KPU Sultra Buat 12 Aturan Baru Prokes Pilkada
 
Lebih lanjut dia menjelaskan pelaksanaan debat publik pada pilkada serentak lanjutan di masa pandemi, berbeda dengan pelaksanaan kegiatan kepemiluan di situasi normal. Sehingga KPU sebagai penyelenggara sudah mengatur tata cara pelaksanaannya hingga proses pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berpedoman pada protokol kesehatan.
 
"Setiap tahapan pilkada mengacu pada protokol kesehatan, termasuk pelaksanaan kampanye dan debat publik," tambah dia.
 
Pelaksanaan debat pasangan calon direncanakan berlangsung tiga kali. Tahap pertama ditetapkan pada 31 Oktober, tahap kedua 14 November, dan debat ketiga dijadwalkan pada 3 Desember 2020 atau enam hari sebelum pemungutan suara.
 
Dia mengemukakan, debat tahap pertama mengusung tema 'memajukan dan menyelesaikan permasalahan daerah serta kebijakan penanganan covid-19'. Masing-masing pasangan calon diharapkan lebih lugas mengeksplor visi dan misi serta gagasan mereka untuk kepentingan pembangunan lima tahun ke depan.
 
"Lewat kegiatan ini akan menjadi penilaian publik apa yang telah dipaparkan masing-masing pasangan calon, dan debat juga merupakan bagian dari kampanye," jelas Sahran.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif