Soekarwo <i>Effect</i> Pengaruhi Suara Gus Ipul
Wakil Gubernur non aktif Saifullah Yusuf
Surabaya:Tingkat kepuasan masyarakat Jawa Timur terhadap kinerja Gubernur Jatim Soekarwo dan Wakil Gubernur non aktif Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil survei Surabaya Survey Center (SSC), sebanyak 64,8 persen masyarakat Jatim puas terhadap kinerja keduanya (Soekarwo-Gus Ipul, red.).

"Hanya 12,1 persen yang menyatakan tidak puas, selebihnya 23,1 menjawab tidak tahu," kata Peneliti SSC, Surokim, saat merilis hasil survei Pilgub Jatim 2018, di Surabaya, Jumat, 27 April 2018.


Menurut Surokim, kinerja kedua figur tersebut bisa membuat Gus Ipul meraih Pakde Karwo effect (sapaan akrab Soekarwo, red.) untuk meraih suara pemilih Jatim. Sebab, dalam hal ini Gus Ipul salah satu calon yang sedang berkontestasi pada Pilgub Jatim. 

"Penilaian masyarakat Jatim juga konsisten mengatakan bahwa hasil kinerja Pakde Karwo semakin baik yakni mencapai sebesar 48,6 persen," katanya.

Sementara masyarakat yang mengatakan sama saja alias stagnan sebanyak 37 persen, yang mengatakan semakin buruk 2,9 persen, dan selebihnya 11,5 persen menjawab tidak tahu dan tidak menjawab.

Dari hasil survei, lanjut dia, juga bisa dilihat bahwa agenda pembenahan yang harus dilakukan oleh para suksesor kandidat Pilgub Jatim adalah melanjutkan usaha pengentasan kemiskinan sebesar 38 persen. Kemudian disusul pembangunan infrastruktur sebesar 14,7 persen dan melanjutkan pendidikan gratis sebesar 11,5 persen.

Surokim mengatakan hasil survei juga menyebut, masyarakat ingin gubernur ke depan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, pelayanan kesehatan, memajukan pertanian, meningkatkan pelayanan publik.

"Memang harus diakui keberhasilan Pakde Karwo menjadi poin penting dalam Pilkada Jatim. Hasil survei ini juga menunjukkan dan juga mengukuhkan bahwa Pakde Karwo memegang peran penting di Jatim. Pilihan kedua kandidat untuk menjadi suksesor Pakde itu pilihan yang masuk akal dan tepat," kata Surokim.

Survei dengan metode multistage random sampling ini dilakukan pada 11-19 April 2018 di 38 kabupaten/kota di Jatim. Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan margin of error 2.81 persen, level of confidence 95 persen, dengan jumlah sampel 1.220 responden. Sebagai bentuk kendali mutu, survei ini juga dilengkapi dengan metode spot check hingga 20 persen dari total responden.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id