Bawaslu Sulsel Rampungkan Klarifikasi KPU Makassar
ilustrasi Medcom.id
Makassar:Badan Pengawas Pemilu Sulawesi Selatan selesai mengumpulkan keterangan lima komisioner KPU Kota Makassar. Para komisioner dimintai klarifikasi soal sikap mereka yang mengabaikan perintah Panwaslu, dalam sengketa Pilkada Makassar tahun 2018.

Komisioner KPU Makassar dilaporkan karena tak mengindahkan perintah Panwaslu, untuk memulihkan pencalonan pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari. KPU memilih bertahan pada putusan Mahkamah Agung yang memerintahkan pasangan tersebut didiskualifikasi.


Pada pemeriksaan di Kantor Bawaslu Sulsel jalan AP Pettarani Makassar, Rabu, 23 Mei, hadir dua komisioner KPU. Masing-masing Rahma Saiyed dan Syarief Amir yang sekaligus menjabat ketua. Tiga lainnya diperiksa Senin 21 Mei, yakni Abdullah Manshur, Wahid Hasyim, dan Andi Shaifuddin.

Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi mengungkapkan, tim penyidik dari Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) sementara mempelajari keterangan masing-masing komisioner. Hari ini pihaknya berencana mengeluarkan keputusan soal hasil pemeriksaan, mengingat tenggat waktu maksimal lima hari sejak pelaporan.

“Kita berencana rapat pleno tertutup hari ini. Setelah itu pemeriksaannya diekspos,” kata Laode.

Laode mengatakan, Bawaslu berupaya objektif dengan meminta keterangan tambahan kepada saksi ahli. Dalam hal ini saksi ahli berasal dari Surabaya, Jawa Timur, guna menjaga netralitas.

“Untuk sekarang kita belum bisa ungkapkan apa isi pemeriksaan,” ujarnya.

Ditemui usai pemeriksaan, Ketua KPU Makassar Syarief Amir mengakui baru bisa datang ke Bawaslu pada panggilan ketiga. Sebelumnya dia berhalangan karena berada di Jakarta guna urusan logistik Pilkada Makassar.

Syarief mengungkapkan, kedatangannya ke Bawaslu guna mengklarifikasi alasannya tidak menjalankan perintah Panwaslu Makassar. Dia berpegangan pada putusan MA yang telah lebih dulu terbit dan bersifat final dan mengikat.

“Kami hadir, intinya untuk memenuhi panggilan. Selebihnya silakan bertanya ke penyidik,” kata Syarief.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id