Kominfo gandeng content creator untuk menarik partisipasi pemilih di Pilkada 2020. Dok. Istimewa
Kominfo gandeng content creator untuk menarik partisipasi pemilih di Pilkada 2020. Dok. Istimewa

Kominfo Gandeng Content Creator Sosialisasikan Pilkada 2020

Pilkada Kominfo pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Achmad Zulfikar Fazli • 17 Oktober 2020 07:53
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng content creator untuk menarik partisipasi pemilih melalui video, infografis, dan poster dalam Pilkada 2020. Pasalnya, partisipasi pemilih dikhawatirkan menurun akibat pandemi covid-19.
 
"Kita tidak perlu khawatir karena KPU sudah menjamin sesuai dengan protokol kesehatan. Ada jaga jarak, memakai masker, cuci tangan dan lain-lain," ujar Direktur Informasi dan Komunikasi Politik Hukum dan HAM Kominfo Bambang Gunawan dalam acara Temu Netizen Teras Negeri, Jumat, 16 Oktober 2020.
 
Dia mengatakan KPU sudah menargetkan partisipasi pemilih sebesar 77 persen pada Pilkada 2020. Dia berharap pelibatan content creator dapat membuat target itu tercapai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Porsi yang kita berikan adalah bagaimana content creator ini bisa menarik orang, generasi milenal berpartisipasi datang ke TPS. Kita pancing agar mereka bikin konten-konten yang menarik,” ujar Bambang.
 
Koordinator Informasi Komunikasi Hankam Kominfo, Dikdik Sadaka, mengatakan konten kreatif memiliki dampak yang besar di masyarakat. Namun, dia mengingatkan konten yang diberikan harus mudah dipahami dan dimengerti oleh masyarakat.
 
“Konten kreatif membutuhkan peran content creator, bagaimana mengeluarkan ide-ide, gagasan-gagasan dari paslon-paslon yang informatif dan mudah ditangkap masyarakat. Bagaimana kita menggunakan medsos untuk kebaikan kita, untuk menyukseskan Pemilihan 2020,” ujarnya.
 
Sementara itu, Digital Content Creator Manager Poligrabs Indraswari Agnes memaparkan pemilih muda di Indonesia berkisar di usia 19-34 tahun. Indonesia juga merupakan negara terbesar ke-3 dalam penggunaan media sosial.
 
Oleh karena itu, lanjut Agnes, content creator sangat efektif untuk menyasar pemilih dari generasi muda. "Kita melihat content creator sangat penting untuk mengemas semua informasi Pemilihan 2020 melalui media sosial, lewat poster, infografis, video dan lain-lain,” ujarnya.
 
Baca: Infrastruktur Disebut Kurang Mendukung Kampanye Daring Pilkada 2020
 
Jurnalis Media Indonesia, Emir Chairullah, mengatakan penggunaan media sosial sebagai sarana kampanye sudah lama dilakukan. Bahkan, mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama menggunakan konten-konten yang edukatif di media sosial saat berkampanye.
 
"Konten-konten pada akhirnya yang digagas adalah pendidikan politik. Konten itu tidak menampilkan sisi bombastis, tapi menampilkan sisi pendidikan politik. Konten di dalam media sosial tentang politik seharusnya adalah pertarungan gagasan,” ujar Emir.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif