Pemilih Pemula di Tanjungpinang Mencapai 2.820 Orang
ilustrasi Medcom.id
Batam:Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang mencatat sebanyak 2.820 pemilih pemula di Tanjungpinang. Jumlah tersebut diperoleh dari hasil sinkronisasi data pemilih terbaru untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Ketua KPU Kota Tanjungpinang, Robby Patria mengatakan ribuan pemilih pemula tersebut baru pertama kali menggunakan hak pilih pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.


"Data tersebut hanya untuk Pemilu 2019 yang sudah terekam berdasarkan data yang kita peroleh dari (KPU) Pusat," kata Robby, Jumat, 1Juni 2018.

Dia mengatakan, data pemilih pemula untuk pilkada Tanjungpinang pada 27 Juni 2018 mendatang sebanyak 10.488 orang. Usia pemilih tersebut mulai 17 tahun hingga 20 tahun.

Dikatakan, jika digabungkan antara pemilih pemula Pilkada 2018 dengan pemilih pemula pada Pemilu 2019 maka ada sekitar 13.307 pemilih yang terdaftar.

"Ini pemilih muda yang memiliki hak pilih. Pendekatan agar mereka mau menggunakan hak pilih tentu agak berbeda dengan pemilih yang sudah pernah menggunakan hak pilih," kata Robby.

Selain KPU, partai politik (parpol) dan pasangan calon (paslon) juga dapat berperan untuk mendorong pemilih pemula menggunakan hak pilihnya. "Parpol atau paslon harus pandai-pandai mendekati mereka agar mau menggunakan hak pilih," ujarnya.

KPU Tanjungpinang, sambung Robby, sudah berusaha melakukan pendekatan dengan cara melakukan sosialisasi ke kampus, sekolah, maupun melalui iklan di media massa. Termasuk kegiatan lainnya agar mereka mengerti pentingnya menggunakan hak pilih.

"Bisa kita kategorikan mereka sebagai pemilih melenial. Jumlah yang sangat banyak di pilkada," tuturnya.

Sejauh ini, kata dia, proses pemilihan Pilkada Tanjungpinang 2018 masih berjalan dengan baik. KPU Tanjungpinang berusaha meningkatkan partisipasi pemilih. Rencananya KPU akan menggelar debat ketiga dua paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang.

Adapun temanya akan mengupas tentang teknologi informasi, reformasi birokrasi, dan masalah kependudukan.

"Dengan isu tersebut, pemilih pemula yang sangat familiar dengan teknologi informasi dapat memahami visi-misi paslon ketika mereka ikut menyaksikan debat ketiga nanti," pungkas Robby.




(ALB)