Komparasi Program Kerja Unggulan Gus Ipul-Khofifah

Daviq Umar Al Faruq 09 Mei 2018 14:08 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
Komparasi Program Kerja Unggulan Gus Ipul-Khofifah
Laboratorium Kebijakan Publik Perencanaan Pembangunan (LKP3) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) menggelar konferensi pers di Hotel UB, Selasa 8 Mei 2018.
Malang:Laboratorium Kebijakan Publik Perencanaan Pembangunan (LKP3) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) menggelar survei tentang program kerja unggulan dari dua pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Hasilnya program kerja unggulan yang ditawarkan paslon Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur lebih diminati masyarakat dibanding paslon Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. 

Paslon Gus Ipul-Puti unggul di program ketahanan pangan, pariwisata, ketenagakerjaan, pendidikan menengah dan ekonomi. 


Sedangkan, paslon Khofifah-Emil hanya unggul di program infrastruktur dan ekspor. Sementara hasil imbang didapat pada program sosial dan kesehatan.

Selain itu, pada survei elektabilitas tokoh paslon Gus Ipul-Puti unggul dari paslon Khofifah-Emil dengan nilai 47,9 persen lawan 41,2 persen. 

Hasil yang sama juga terjadi pada elektabilitas program. Paslon Gus Ipul-Puti unggul dari paslon Khofifah-Emil dengan nilai 45,54 persen lawan 43,83 persen.

Sekretaris LKP3 FIA UB, Andi Kurniawan mengatakan latar belakang diadakannya survei ini adalah karena telah banyak lembaga survei yang mengadakan survei yang fokus pada pemasaran calon.

"Sedangkan kami mengadakan survei yang mengambil fokus komparasi terhadap visi-misi, program prioritas dan janji-janji politik pasangan calon," kata Andi, Selasa, 8 Mei 2018.

Persepsi perbandingan program yang digunakan pada survei ini adalah persepsi menarik, mudah dipahami, yakin bisa direalisasikan, penting dan dibutuhkan, tepat menjawab permasalahan serta adil menjangkau semua kalangan.

"Manfaat dari survei ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang perbandingan program unggulan masing-masing pasangan calon gubernur," bebernya.

Andi menambahkan elektabilitas tokoh dan program memiliki pola yang sama. Namun jarak pada elektabilitas tokoh terlihat lebih ekstrim dibanding elektabilitas program. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian pemilih Jawa Timur merupakan pemilih emosional dan fanatik tokoh.

"Secara tipologi sosio-cultural Kewilayahan, program Gus Ipul-Puti dipersepsikan unggul di daerah Tapal Kuda, Arek, dan Mataraman. Sedangkan program Koffifah-Emil unggul di daerah Madura dan Mataraman Pesisir," pungkasnya.

Survei tersebut dilaksanakan di 38 Kota/Kabupaten se-Jawa Timur kepada sejumlah 835 responden sejak 23 April hingga 30 April lalu. Survei dilakukan melalui wawancara secara tatap muka menggunakan kuesioner.

Responden merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih yaitu warga berusia minimal 17 tahun atau telah menikah. Margin error responden sejumlah 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 96,45 persen.



(ALB)