Bandung: Anton Charliyan optimistis akan diusung PDIP sebagai calon gubernur Jawa Barat 2018. Perwira tinggi Polri itu mengaku siap meletakkan posisinya yang saat ini menjabat Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Lemdiklat) Polri.
Anton mengaku belum resmi diusung PDIP karena hingga saat ini partai berwarna merah itu belum mengumumkan kandidat. Namun, dirinya meyakini 100% akan dipilih menjadi calon gubernur oleh partai tersebut.
"Kalau saya sudah 100% (yakin diusung). Karena saya diperintahkan untuk terus sosialisasi," kata Anton saat meresmikan posko relawannya, di Bandung, Rabu 13 Desember 2017.
Keyakinannya ini bukan tanpa alasan karena dirinya mendapat kepastian tersebut dari Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. "Langsung oleh Sekjen PDIP, termasuk Pak TB Hasanudin," katanya.
Anton pun menyebut pemilihan dirinya bukan keputusan pribadi Hasto dan Hasanudin, melainkan keputusan institusi PDIP. "Kata Sekjen (Hasto), ini hasil dari keputusan partai, bukan pribadi," katanya.
Meski begitu, Anton mengaku tak ambisius mengikuti Pilgub Jawa Barat 2018. Sehingga, persiapannya saat ini masih tergolong minim dibanding calon yang lainnya. "Sekarang masih minim. Tapi saya tidak berkecil hati. Di Jawa Barat ini bisa pakai strategi Sangkuriang. Satu hari selesai," kelakarnya.
Meski begitu, Anton memastikan dirinya akan terus bersosialisasi. Terlebih kini dia mendapat bantuan dari relawan yang sudah terbentuk di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.
Oleh karena itu, Anton berharap PDIP segera mendeklarasikan pengusungan dirinya agar proses sosialisasinya semakin maksimal. "Sekarang baru 75%. Nanti kalau sudah direkomendasi, larinya bisa 100-150%," ujarnya.
Disinggung statusnya yang masih anggota aktif Polri, Anton menyebut bukan masalah. Bahkan, ia sudah mendapat izin dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait kontestasi tersebut.
"Saya masih prajurit Polri. Saya sudah minta izin, restu, dan dukungan dari seluruh pejabat utama. Beliau (Kapolri) mendukung 100% maju terus. Beliau ingin ada kader dari Polri yang bisa menduduki kepala daerah," katanya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((ALB))