Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

KPU Jamin Daerah Penyelenggara Pilkada Displin Protokol Kesehatan

Pilkada Virus Korona pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Kautsar Widya Prabowo • 19 November 2020 09:15
Jakarta: Seluruh daerah penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 dipastikan menerapakan protokol kesehatan secara ketat. Kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan kunci mencegah munculnya klaster covid-19 pilkada.
 
"Dengan kedisplinan dan prosedur protokol pencegahan covid-19, Insyaallah pilkada akan berjalan lancar," ujar Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra kepada Medcom.id, Kamis, 19 November 2020.
 
Ilham memastikan seluruh daerah mendapat perlakuan sama terkait ketatnya protokol kesehatan. Apalagi, saat ini terdapat 17 daerah penyelengara pilkada berada di zona merah covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang penting disiplin menerapkan protokol kesehatan," kata dia.
 
KPU telah menggelar simulasi pemunggutan dan perhitungan suara dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19 di sejumlah daerah. Upaya ini untuk memberikan jaminan kepada pemilih bahwa keselamatan dan keamanan terpenuhi saat memberikan hak suaranya.
 
Rencananya, pada Sabtu, 21 November 2020, KPU kembali menggelar simulasi. Simualasi terakhir itu menjadi penanda seluruh daerah penyelenggara pilkada siap bekerja di tengah pandemi covid-19.
 
Baca: 17 Daerah Penyelenggara Pilkada Berisiko Tinggi Covid-19
 
Pilkada Serentak 2020 digelar di 270 wilayah, meliputi sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kabupaten/kota. Tahapan kampanye berlangsung selama 71 hari sejak 26 September hingga 5 Desember 2020.
 
Masa minggu tenang terjadi pada 6-8 Desember 2020. Sedangkan hari pemungutan suara digelar pada 9 Desember 2020.
 
Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 merilis status wilayah daerah yang menyelenggarakan Pilkada 2020. Sebanyak 17 kabupaten/kota masuk kategori berisiko tinggi covid-19.
 
Daerah yang masuk kategori berisiko tinggi berdasarkan data per 15 November 2020, yaitu Kota Gunungsitoli (Sumatra Utara), dan Payakumbuh (Sumatra Barat). Kemudian, Tanjung Pinang (Kepulauan Riau), Bandar Lampung, dan Kabupaten Pesawaran (Lampung).
 
Selanjutnya, Kabupaten Boyolali, Kendal, Pemalang, Sragen, Sukoharjo (Jawa Tengah), Kabupaten Bandung, Karawang, Tasikmalaya (Jawa Barat), dan Kota Cilegon (Banten). Lalu, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kutai Timur (Kalimantan Timur), dan Barito Timur (Kalimantan Tengah).
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif