Empat ASN Riau yang <i>Nyaleg</i> Wajib Mundur
Ilustrasi pegawai negeri sipil (PNS). ANT/Rahmad.
Jakarta: Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, meminta kepada empat Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya untuk mundur jika sudah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2019.

"Empat pejabat Bengkalis yang nyaleg (mencalonkan diri), kalau masih aktif, harus mengundurkan diri," kata Amril di Bengkalis seperti dilansir Antara, Kamis, 5 Juni 2018.


Amril menjelaskan tidak ada upaya untuk menghambat niatan ASN yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif atau wakil rakyat.

Amril juga mengimbau Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) untuk tidak menghambat pejabat yang bersangkutan ikut pencalonan.

Terkait proses pencalonan keempat ASN tersebut, menurut Amril, surat pengunduran diri mereka sudah sampai ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Bengkalis (BKPP).

"Informasi yang saya dapatkan surat pengunduran diri sudah sampai ke BKPP. Kalau sudah sampai ke saya pasti diproses agar tidak menghambat persyaratan mereka," ungkap Amril.

Amril mengaku memberikan dukungan sepenuhnya kepada ASN di wilayahnya tersebut. Bahkan, ia mendoakan agar nantinya ASN tersebut berhasil menjadi wakil rakyat dalam kemenangan pemilu 2019.

"Kalau memang sudah yakin maju dan bisa mengambil simpati dari masyarakat bisa saja ASN ini bisa terpilih menjadi wakil rakyat," beber Amril.

Hingga kini terdata ada empat ASN yang masih aktif ikut nyaleg yakni, Kepala Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD) Jaafar Arief, Kadis Pertanian H Arianto, Kabid Rehabilitasi Sosial Muklis, dan Kabid Pemberdayaan Perempuan Zahreni.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id