Dedy Mulyadi Ingin Masyarakat Sekitar Hulu Citarum Jadi Petani Kopi
Petugas dengan alat berat mengeruk material tanah serta sampah di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang debit airnya surut dan tercemar limbah, di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/9). ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra.
Jakarta: Persoalan hulu Sungai Citarum masih belum bisa diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Calon Wakil Gubernur nomor urut 4 Dedy Mulyadi mengatakan penyebab masalah Sungai Citarum adalah perambahan hutan dan kultur masyarakat.

"Solusinya adalah yang pertama seluruh penduduk di sekitar hutan itu dikasih pekerjaan baru. Saya menawarkan konsep tenaga harian lepas. Mereka digajih oleh pemerintah provinsi minimal Rp1,5 juta perbulan, kemudian dikasih target," kata Dedy dalam debat II Pilgub Jabar di Balairung Universitas Indonesia, Senin, 14 Mei 2018.


Dedy menjelaskan, jika terpilih menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat, dirinya ingin memberikan masyarakat yang tinggal di sekitar hulu Sungai Citarum pekerjaan sebagai petani kopi.

Menurut Dedy, kopi merupakan tanaman yang bisa memberikan penghasilan tinggi untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.

"Satu penduduk menanam seribu pohon, kemudian satu desa ada seribu kepala keluarga, maka akan tertanam satu juta pohon kopi. Maka itu nilai proyeknya tidak jauh dari angka Rp14 miliar pertahun. Kalau satu desa menanam satu juta, 10 desa sepuluh juta (pohon kopi)," ungkap Dedy.

Dedy menambahkan, "Selama itu prosesnya pemerintah memberikan subsidi dalam bentuk biaya kehidupan dalam setiap bulannya, maka persoalan hulu Citarum akan selesai," pungkas Dedy.



(DEN)