ASN. Foto: MI/Ramdani
ASN. Foto: MI/Ramdani

Mayoritas Pelanggaran Netralitas ASN Terjadi di Medsos

Pilkada pilkada serentak ASN Pemilu Serentak 2020
Kautsar Widya Prabowo • 13 Oktober 2020 19:22
Jakarta: Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menyebut mayoritas pelanggaran netralitas abdi negara terjadi di media sosial (medsos). ASN itu mengunggah konten-konten yang berisikan dukungan terhadap pasangan calon (paslon) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.
 
"(Kasus) menunjukkan keberpihakan pada salah satu calon sebanyak 23,5 persen dari media sosial," ujar Wakil Ketua KASN Tasdik Kinanto kepada Medcom.id, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Menurut dia, beberapa abdi negara itu tidak sungkan mendeklarasikan diri sebagai tim sukses (timses) dari salah satu paslon. Namun, pernyataan itu diungkap secara tersirat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, ada kasus ASN melanggar netralitas yang mendekati ke partai politik hingga calon kepala daerah. Pelanggaran ini terjadi mencapai 15,9 persen dari total kasus.
 
Kasus lainnya yakni ASN mengadakan kegiatan mengarah kepada dukungan terhadap paslon. Hal tersebut ditandai dengan instrumen-instrumen yang digunakan. Pelanggaran ini ditemukan mencapai 14,4 persen.
 
Pada 10,5 persen kasus, ASN kedapatan menghadiri deklarasi paslon. Terakhir, 9,3 persen ASN pelanggar netralitas membuat keputusan yang dapat menguntungkan atau merugikan paslon selama kampanye.
 
"Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) selalu mengawasi gerak-gerik (ASN)," tutur Tasdik.
 
Baca: Ratusan ASN Pelanggar Netralitas Diadang Naik Pangkat
 
KASN memberi rekomendasi sanksi terhadap 518 ASN pelanggar netralitas terkait pilkada serentak. Sebanyak 52,7 persen rekomendasi telah dieksekusi pejabat pembina kepegawaian (PPK).
 
"Sebanyak 273 ASN sudah mendapatkan sanksi," kata Tasdik.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif