Ilustrasi Pilkada 2020. Medcom.id
Ilustrasi Pilkada 2020. Medcom.id

Penundaan Pilkada 2020 Lebih Banyak Diminta Wilayah Non-Pilkada

Pilkada Virus Korona pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Fachri Audhia Hafiez • 25 Oktober 2020 17:23
Jakarta: Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mencatat ada keunikan dalam survei publik terkait penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada 9 Desember 2020. Penundaan justru datang dari wilayah yang tidak menyelenggarakan pilkada.
 
"Itu lucu, semakin tidak tinggal di wilayah yang enggak ada pilkadanya, semakin minta ditunda," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam 'Rilis Survei Nasional Indikator: Politik, Demokrasi, dan Pilkada di Era Pandemi', yang disiarkan virtual, Minggu, 25 Oktober 2020.
 
Sebanyak 53,3 persen responden di wilayah non-Pilkada Serentak 2020 meminta penundaan. Sedangkan wilayah yang menyelenggarakan pilkada tetapi minta ditunda sebanyak 47,9 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian wilayah yang menyelenggarakan pilkada tapi setuju tetap dilaksanakan pesta demokrasi itu sejumlah 46,3 persen. Angka ini lebih tinggi dari wilayah non pilkada sebanyak 39,4 persen.
 
Burhanuddin mengatakan situasi ini terjadi lantaran masyarakat khawatir dengan penyebaran virus korona (covid-19). Misalnya, kekhawatiran menyerang wilayah yang tidak menyelenggarakan pilkada.
 
"Kalau ada pilkada di kabupaten sebelah nanti potensi covid-19 meningkat. Meningkat lalu pindah ke kabupaten saya, bisa kena. Kira-kira seperti itu," ujar Burhanuddin.
 
Hal ini juga dikuatkan melalui survei dengan variabel pilkada serentak rawan penyebaran virus korona. Sebanyak 83,5 persen setuju potensi penularan covid-19.
 
"Yang kurang setuju 11,1 persen dan 1,3 persen tidak setuju sama sekali. Sisanya tidak jawab atau tidak tahu," ucap Burhanuddin.
 
Survei dilakukan pada 24-30 September 2020 dengan asumsi metode simple random sampling. Responden sebanyak 1.200 dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif