Calon gubernur Kalimantan Tengah (cagub Kalteng) Sugianto Sabran. Foto: Istimewa
Calon gubernur Kalimantan Tengah (cagub Kalteng) Sugianto Sabran. Foto: Istimewa

Politik Santun ala Santri Harus Jadi Contoh

Pilkada pilkada santri kalteng
Yogi Bayu Aji • 23 Oktober 2020 23:45
Jakarta: Calon Gubernur (Cagub) Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran turut memaknai Hari Santri Nasional yang jatuh, Kamis, 22 Oktober 2020. Dia menyebut banyak nilai-nilai santri yang patut diterapkan dalam kehidupan berpolitik.
 
"Meski bukan santri yang lulusan pesantren, namun sikap-sikap santri (patut dicontoh) dengan mendorong politik santun, menegakkan politik beradab, dan berakhlakul karimah," kata Sugianto dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Oktober 2020.
 
Menurut dia, santri tidak harus lulusan pesantren. Mengutip pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj, definisi santri sangat luas. Intinya umat yang menerima ajaran Islam dari para kiai melalui sanad dan silsilah guru-gurunya yang terhubung sampai Rasulullah SAW.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Wapres Ma'ruf Amin Resmikan 5 Program Gerakan Santri
 
“Menghormati para ulama, orang tua, menyayangi anak-anak kecil, dan membangkitkan generasi milenial agar terus berkarya, dan berjuang sesuai minat dan keahlian serta mengedepankan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin," jelas Sugianto.
 
Dalam perayaan Hari Santri, Sugianto memyempatkan bertemu dengan Ustaz Abdul Somad (UAS). Pertemuan ini sekaligus untuk silaturahmi dengan dihadiri para ulama, tokoh-tokoh umat, pemuka NU, dan Muhammadyah serta elite politik di Kalteng.
 
“Sebagai kaum beragama dan beradat, maka Hari Santri menjadi peristiwa kebudayaan yang perlu dimaknai secara mendalam,” kata Sugianto.
 
Sementara itu, UAS mengatakan silaturahmi kepada para ulama sangat penting. Dia juga meminta semua pihak jangan melupakan jasa perjuangan santri memerdekakan Indonesia dari jajahan Belanda.
 
"Tepat pada 22 Oktober 2020, tokoh muslim KH Mohammad Hasyim Asy'ari, menggelorakan semangat santri untuk melawan Belanda dan membela negara adalah jihad sehingga santri langsung turun untuk memperjuangkan kemerdekaan," ungkap Abdul Somad.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif