PAN Ingin Kaji Ulang Sistem Kotak Kosong
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan--Medcom.id/M Rodhi Aulia
Jakarta:Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan ingin mengkaji ulang sistem kotak kosong di Pilkada. Zulkifli menilai mekanisme pasangan calon tunggal melawan kotak kosong tidak demokratis. 

"Lawan kotak kosong itu kan enggak demokratis," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 28 Juni 2018. 


PAN, kata dia, sedari dulu tak setuju adanya mekanisme melawan kotak kosong. Bagaimana pun, kata dia, demokrasi adalah kompetisi. 

"Kalau lawan kotak kosong bagaimana, nanti diborong partainya. Yang punya uang borong partai, itu yang kita tidak mau. Tapi kan undang-undangnya begitu jadi ya sudah," ujarnya. 

Baca: KPU Makassar Enggan Berspekulasi Ihwal Kemenangan Kotak Kosong

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai pasangan calon tunggal yang kalah melawan kotak kosong di Polwalkot Makassar jadi fenomena penting. Kondisi ini, menurut Fahri, wujud dari kuatnya suara rakyat dalam sistem demokrasi. 

"Elite di Makassar itu saya kira dipermalukan oleh aksi rakyat memilih kotak kosong dan di beberapa daerah. Elite dipermalukan rakyat," ujarnya. 

Kotak kosong unggul sementara dalam penghitungan langsung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Pemilihan Wali Kota Makassar 2018. Hingga Kamis, 28 Juni, pukul 13.36 WITA, kotak kosong mengumpulkan 92.299 suara atau 53,63 persen.

Pasangan calon tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi memperoleh 79.796 suara atau 46,37 persen. Jumlah suara yang masuk 178.150, dari 821 tempat pemungutan suara atau 30,75 persen dari total keseluruhan.

Hasil ini tak jauh berbeda dengan hasil hitung cepat, yang mengunggulkan kotak kosong. Celebes Research Center (CRC) yang mengambil sampel 200 TPS, menyebut perolehan suara kotak kosong menang sebesar 53,47 persen.




(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id