PPP Pastikan Tak Ada Bacaleg Mantan Koruptor
Ketum PPP Romahurmuziy (Romy) di kantor DPP PPP, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Juli 2018. Foto: Medcom.id/ M Sholahadhin Azhar.
Jakarta: Ketum PPP Romahurmuziy (Romy) memastikan pihaknya menaati Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), terkait bakal calon legislatif. Romy tak memberi kesempatan kepada mantan terpidana korupsi mencalonkan diri lewat partainya.

"Enggak ada napi koruptor, dipastikan enggak ada," kata Romy di kantor DPP PPP, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Juli 2018.


Romy menjelaskan, sejak awal pihaknya menegaskan untuk memberi dukungan penuh pada penerapan PKPU. Sebab PPP berkomitmen menciptakan politik bersih, sehingga perlu caleg yang bersih.

Romy mengapresiasi KPU yang tegas menghindarkan pencalegan dari mantan koruptor. "Bahwa penerapan dan pengundangan PKPU itu sepenuhnya kami dukung. Dan ini merupakan bagian dari perpolitikan kita," jelas Romy.

Pun demikian, ia memberi catatan mengenai penerapan PKPU terkait persyaratan kesehatan caleg. KPU menghendaki rekomendasi medical check up dari rumah sakit tertentu. Namun Romy telah mengkonfirmasi hal tersebut ke Ketua KPU Arief Budiman.

"Dia menyatakan dikembalikan kepada posisi 2014. Jadi, sekarang melalui puskesmas saja bisa," ungkap Romy.

Saat ini PPP masih menyiapkan pemberkasan caleg. Romy mengklaim banyak pihak yang tertarik mendaftar caleg melalui PPP. Dalam hal ini partainya membuka kesempatan besar dari pihak lain yang ingin bergabung.

"Kita menyiapkan 575 caleg ini dengan berbagai latar belakang. Dan sejauh ini, seusai dengan komitmen kami bahwa saat ini akan membuka diri dengan caleg kita buka dari luar. Sebab Kita memang ingin ada nuansa baru, energi baru di PPP," pungkas Romy.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id