ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Mahasiswa Minta KPU Sumbar Batalkan Pencalonan Nasrul Abit

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Al Abrar • 22 September 2020 19:47
Padang: Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi (AMPD) mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatra Barat, dan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatra Barat, Selasa, 22 September 2020. Mereka menuntut dugaan penggunaan ijazah palsu bakal calon gubernur Sumbar 2020, Nasrul Abit.
 
Para mahasiswa menuntut, jika sampai besok tidak ada pelaporan Bawaslu kepada publik terhadap laporan ijazah palsu ini, maka mereka akan menuntut KPU membatalkan pencalonan Nasrul Abit sebagai calon gubernur Sumbar.
 
"Demi berjalannya demokrasi dengan semestinya, keputusan ini harus di ambil oleh KPU. Setiap pelaporan tentu keputusannya sebelum penetapan. Tidak mungkin setelah penetapan." kata salah seorang perwakilan audiensi, Mardian Susanto di lokasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Mardian, mahasiswa menuntut KPU dan Bawaslu menjalankan pilkada sesuai azas keadilan. Dia meminta lembaga penyelenggara pilkada menyelenggarakan tahapan pilkada sesuai amanat undang-undang.
 
KPU dan Bawaslu agar mengusut tuntas kejanggalan penggunaan dugaan dua ijazah pada pencalonan Nasrul Abit sebagai bakal calon gubernur Sumbar 2020. Pengunaan dua ijazah dinilai sangat janggal.
 
"Jangan sampai hal yang tidak sportif menodai penyelenggaraan Pilgub Sumbar 2020,” terangnya.
 
Dia juga menegaskan jika sampai besok tidak ada laporan Bawaslu dan KPU kepada publik terhadap laporan ijazah palsu ini, maka mereka akan menuntut KPU harus membatalkan pencalonan Nasrul Abit sebagai calon gubernur Sumbar.
 
"Sekali lagi kami tegaskan. Jika sampai besok tidak ada pelaporan kepada publik dari Bawaslu dan KPU tidak mengambil sikap maka kami akan aksi di depan kantor KPU dengan ribuan massa dan kami akan mengkampanyekan untuk golput. Intinya untuk apa kita ikut pemilihan jika penyelenggara saja tidak bisa mengambil keputusan dan pilkada dilaksanakan dengan tidak sehat," ujar Mardian.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif