Ilustrasi penggunaan thermo gun. Medcom.id/Hendrik Simorangkir
Ilustrasi penggunaan thermo gun. Medcom.id/Hendrik Simorangkir

Dinilai Tak Efektif, KPU Pilih Tetap Pakai Thermo Gun di TPS

Pilkada kpu Virus Korona Pemilu Serentak 2020
Kautsar Widya Prabowo • 11 November 2020 20:31
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap menggunakan thermo gun untuk mengecek suhu pemilih yang akan memberikan hak suaranya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Penggunaan alat pengukur suhu tanpa kontak tersebut sebagai upaya KPU menerapkan protokol kesehatan covid-19.
 
Komisioner KPU Ilham Saputra menjelaskan beberapa pakar kesehatan telah menyebut thermo gun tidak cukup efektif mendeteksi individu yang terpapar covid-19. Namun, thermo gun dinilai dapat memilah pemilih bersuhu tubuh tak normal.
 
"Khawatir nanti kemudian ada pemilih yang suhu tubuhnya lebih dari 37,3 derajat celsius kami sudah sediakan bilik khusus," ujar Ilham dalam diskusi virtual, Rabu, 11 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketentuan suhu tubuh pemilih tersebut termaktub dalam Pasal 71 Ayat (6) Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaran Pilkada dalam Kondisi Pandemi Covid-19. Pemilih, saksi, hingga pengawas tempat pemungutan suara (TPS) yang memiliki suhu tubuh lebih 37,3 derajat celcius, harus dilaporkan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk dilakukan langkah lebih lanjut.
 
Baca: Protokol Kesehatan Ketat Harus Dibarengi Tata Laksana Pilkada
 
Selain itu, KPU memastikan upaya jaga jarak diterapkan saat pemilih berada di dalam TPS. "Nanti akan berturut-berturut secara terus menerus kita akan sampaikan tidak boleh melakukan kontak antarpemilih antarpetugas kami," jelasnya.
 
Sementara itu, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan dari Universitas Gaja Mada (UGM) Riris Andono Ahmad mengatakan pengecekan suhu tidak memiliki manfaat sebagai protokol kesehatan. Sebab, sebagai besar pasien covid-19 tidak mengalami gejala atau orang tanpa gejala (OTG).
 
"Jadi kalau tidak bergejala suhunya normal dan kemudian melakukan cek suhu tidak akan bisa mencegah orang terinfeksi ke situ (TPS)," tuturnya.
 
Riris menambahkan pemilih dengan suhu diatas 37,3 derajat celcius belum tentu terpapar covid-19. Ada kemungkinan yang bersangkutan terkena paparan sinar matahari.
 
"Karena cuacanya panas, sehingga suhu permukaan kulitnya lebih panas. Saya tidak merekomendasi cek suhu. Lebih rekomendasi setiap orang pakai masker dan cuci tangan," terangnya.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif