Ilustrasi tes virus korona (covid-19). Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi tes virus korona (covid-19). Medcom.id/M Rizal

Tak Ada Kata Terlambat untuk Pastikan Pilkada Aman dari Covid-19

Pilkada Virus Korona Pemilu Serentak 2020
Anggi Tondi Martaon • 23 Oktober 2020 14:35
Jakarta: Indonesia dinilai belum terlambat memastikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 aman dari penyebaran covid-19. Waktu yang tersisa harus dimanfaatkan untuk memaksimalkan pemeriksaan atau tes covid-19.
 
"Kita bisa mendorong pemerintah untuk meningkatkan testing (pemeriksaan) di daerah penyelenggara pilkada," kata pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono dalam diskusi Ikatan Alumni (Iluni) UI, Jumat, 23 Oktober 2020.
 
Tes covid-19 wajib diberikan orang yang terlibat langsung dalam tahapan pemilihan umum sperti penyelenggara dan calon. Kondisi seseorang yang terlibat harus dipastikan bebas dari covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak hanya itu, Pandu menilai pengawasan kampanye pilkada yang sedang berlangsung masih lemah. Tidak ada kepastian kondisi peserta kampanye steril dari covid-19. Apalagi, jika daerah tersebut tak melakukan tes massal sebelum kampanye digelar.
 
Meski kegiatan menerapkan protokol kesehatan, tak ada jaminan penyebaran covid-19 tak terjadi. Kampanye semakin sulit dipantau jika diikuti oleh banyak orang atau terjadi pelanggaran protokol kesehatan.
 
"Jadi bukan hanya memakai masker dan menjaga jarak saja tetapi harus memastikan orang-orang berkumpul itu benar-benar bebas dari kemungkinan membawa virus," ungkap Pandu.
 
Baca: Calon Kepala Daerah Diminta Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan
 
Indonesia, kata Pandu, memiliki metode pengujian rapid test antigen yang akurat selain tes swab polymerase chain reaction (PCR). Hasil rapid test antigen cepat didapat sehingga mungkin digelar sebelum kampanye.
 
"Dalam satu dua jam hasilnya keluar. Kita sudah bisa berkumpul dalam situasi yang relatif lebih aman," sebut dia.
 
Dia berharap peningkatan tes covid-19 di daerah dimasifkan agar pihak yang terlibat terbebas dari ancaman virus korona. Dia tak ingin ada petugas, pengawas, atau calon menjadi korban jiwa di tengah pandemi.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif