Ilustrasi-- Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melakukan rekapitulasi surat suara di tingkat Kecamatan di GOR Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta. (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)
Ilustrasi-- Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melakukan rekapitulasi surat suara di tingkat Kecamatan di GOR Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta. (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)

16 Ribu Petugas KPPS Dikerahkan untuk Pilkada Makassar

Pilkada Virus Korona pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Media Indonesia.com • 22 Oktober 2020 11:50
Makassar: Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengerahkan sekitar 16 ribu petugas Kelompok Penyelengara Pemungutan Suara (KPPS). Mereka akan bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat hari pencoblosan, 9 Desember 2020.
 
Selain itu, KPPS juga wajib melakukan rapid test covid-19. Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengungkapkan 16 ribu KPPS itu akan menjalani rapid test di sejumlah Puskesmas yang telah ditetapkan di Kota Makassar pada 14-20 November 2020.
 
"Ini merupakan salah satu langkah antisipsi yang dilakukan KPU (Komisi Pemilihan Umum) agar penyebaran virus korona tidak terjadi saat pelaksaan pemilihan. Kami sangat mendukung itu. Aspek kesehatan tentu harus dikedepankan selama pilkada ini," ungkap Rudy, Kamis, 22 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Partisipasi Pemilih Pilkada Serentak 2020 Diyakini Tinggi
 
Rudy juga mengingatkan semua pihak agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah covid-19 yang saat ini masih menjadi pandemi dunia. termasuk di Kota Makassar.
 
"Tentu dengan cara penerapkan protokol kesehatan, selalu menjaga jarak, mencuci tangan dan jangan lupa pakai masker," sambung dia.
 
Sementara itu, Ketua KPU Kota Makassar, M Faridl Wajdi menegaskan jika KPU sejak tahapan pemilu kembali digelar selalu menekankan agar petugas di lapangan, selalu mengedepankan protokol kesehatan.
 
"Semua harus saling jaga. Protokol kesehatan utama dan sejak awal memang, kami selalu melakukan rapid test untuk semua petugas di lapangan. Jangan sampai mereka menularkan ke warga saat melakukan pendataan dan sejenisnya," imbuh Faridl. (Lina Herlina)

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif