Ilustrasi Pilkada 2020. Medcom.id
Ilustrasi Pilkada 2020. Medcom.id

Kampanye Pilkada di Tengah Pandemi Menuntut Kreativitas

Pilkada Virus Korona Pemilu Serentak 2020
Kautsar Widya Prabowo • 28 Juni 2020 21:35
Jakarta: Penyelenggaran Pilkada 2020 di tengah pandemi covid-19 (korona) membuat perubahan metode kampanye dari konvensional ke digital. Calon kepala daerah dituntut menyajikan konten visual yang kreatif.
 
Direktur Riset Politika Research and Consulting (PRC) Dudi Iskandar menjelaskan tidak ada lagi model kampanye dengan menggelar acara musik hingga jalan sehat. Dia memprediksi kampanye kreatif akan membanjiri media sosial (medsos).
 
"Perkumpulan virtual ini yang disebut dengan teori komunikasi itu dengan peradaban layar," ujar Dudi dalam diskusi virtual, Minggu, 28 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setiap pemilih dapat dengan mudah menyaksikan visi misi calon pemimpin daerah melalui gawai. Sehingga tidak perlu lagi menggelar kampanye dengan jumlah massa besar yang berpotensi terjadi penularan covid-19.
 
(Baca: Parpol Diharapkan Tertib Saat Kampanye Pilkada 2020)
 
Dudi menyarankan calon kepala daerah membuat kreativitas melalui tanda tagar di medsos yang menujukkan identitas calon. Tagar yang kreatif diyakini dapat membuat nama calon menjadi perbincangan teratas di medsos, seperti Twitter hingga Youtube.
 
"(Kesuksesan) peradaban layar itu ditentukan oleh tim kreatifnya para tim suskes (calon kepala daerah)," tutur dia.
 
Tim kreatif juga dapat mengangkat isu yang santer di tengah masyarakat sebagai bumbu kampanye virtual. Pembahasan mesti dilakukan konsisten dari awal hingga akhir.
 
"Kalau sudah menjadi opini publik ini akan (menjadi) keuntungan," kata dia.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif