Plh Ketua KPU Ilham Saputra. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Plh Ketua KPU Ilham Saputra. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Batas Akhir Penetapan Paslon 9 November 2020

Pilkada Virus Korona pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Anggi Tondi Martaon • 17 Oktober 2020 10:41
Jakarta: Sejumlah bakal pasangan calon (bapaslon) belum ditetapkan sebagai pasangan calon (paslon). Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan batas waktu penetapan pasangan calon (paslon) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 pada 9 November 2020.
 
"KPU sendiri memberi batas waktu hingga 30 hari jelang hari pemungutan suara," kata Plh Ketua KPU Ilham Saputra dikutip dari kpu.go.id, Sabtu, 17 Oktober 2020.
 
Ilham mengatakan salah satu alasan penundaan penetapan paslon karena mereka positif terjangkit virus korona. Mereka tidak bisa melanjutkan tahapan sebelum dinyatakan sembuh dari covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selanjutnya bisa dilakukan pemeriksaan kesehatan dan penetapan," tutur dia.
 
Ketentuan ini juga berlaku bagi paslon yang berhalangan tetap, yaitu meninggal, tidak bisa melakukan tugas secara permanen, dan dijatuhi hukuman berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
 
"Saat ini juga telah terdapat beberapa paslon yang meninggal dunia setelah pendaftaran," ujar dia.
 
Ilham menyebut pergantian tidak diterima bila melebihi batas waktu yang ditentukan. Sebab, KPU harus mencetak surat suara dan mendistribusikan ke tempat pemungutan suara (TPS) sebelum pencoblosan.
 
Sebanyak 67 bakal calon kepala daerah terjangkit virus korona. Sebanyak 64 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh.
 
"Sampai saat ini semuanya sudah negatif (covid-19)," kata Komisioner KPU Evi Novida Ginting dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh CSIS bertemakan Evaluasi 15 Tahun Pelaksanaan Pilkada: Capaian dan Tantangan, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Selain itu, tiga calon yang terinfeksi virus korona meninggal saat menjalani perawatan. Mereka ialah calon Bupati Bangka Tengah Ibnu Soleh, calon Bupati Berau Muharram, dan calon Wali Kota Bontang Adi Darma.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif