KPK Berharap Pilkada 2018 tak Cetak Koruptor

Juven Martua Sitompul 27 Juni 2018 10:50 WIB
pilkada 2018
KPK Berharap Pilkada 2018 tak Cetak Koruptor
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Jakarta:Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak semua pihak untuk mendukung pilkada yang bersih dari politik uang maupun penyalahgunaan wewenang. Dengan begitu, Pilkada 2018 menghasilkan pemimpin yang bersih.

"Jangan sampai kita kotori proses demokrasi ini dengan korupsi," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018.


Febri menyebut sampai saat ini sudah ada 95 kepala daerah yang terjerat kasus dugaan korupsi ataupun pencucian uang. Kepala daerah korup itu terdiri dari gubernur, bupati, wali kota atau wakil yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia.

"Terbanyak di Jawa Barat (12 kepala daerah), Jawa Timur (11 kepala daerah) dan Sumatra Utara (9 kepala daerah), sedangkan modus korupsi yang paling dominan adalah penyuapan," ujar dia.

Baca:'Serangan Fajar' Dilaporkan Terjadi di Beberapa Daerah

Lembaga Antirasuah, kata dia, menekankan Pilkada 2018 harus menghasilkan pemimpin yang berintegritas. Dengan begitu, tak ada lagi kepala daerah yang berurusan dengan KPK.

"Tentu kita berharap ke depan lebih sedikit (kepala daerah yang ditangkap). Kalau perlu tidak ada kepala daerah yang melakukan korupsi," pungkas dia.





(OGI)