Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Budaya Patriarki Gerus Partisipasi Calon Perempuan di Pilkada 2020

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Kautsar Widya Prabowo • 27 September 2020 22:26
Jakarta: Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem) mencermati minimnya pencalonan perempuan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Salah satunya karena budaya patriarki di masyarakat.
 
"Budaya patriarki yang mungkin masih ada anggapan bahwa pemimpin itu bukan perempuan tapi laki-laki," ujar Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati, dalam diskusi virtual, Minggu, 27 September 2020.
 
Selain itu, regulasi juga menghambat pencalonan kepala daerah perempuan. Terdapat syarat minimal dukungan 20 persen kursi DPRD atau 25 persen suara dari pemilu sebelumnya. Menurut dia, hal itu menyulitkan pencalonan perempuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kendala berikutnya terkait kebijakan internal partai. Dalam undang-undang partai politik harus demokratis mencalonkan kader atau nonkader yang akan maju dalam pesta demokrasi.
 
Namun realitanya semua dikembalikan kepada anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) partai. Hal ini yang tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

"Mungkin ada perempuan yang sudah menjadi kader partai politik lama, kemudian sudah siap kalo mau dicalonkan parpol, tapi kemudian yang terpilih dicalonkan adalah calon lainnya," tutur Khoirunnisa.
 
Berdasarkan data Perludem yang didapatkan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), calon kepala daerah perempuan yang maju dalam Pilkada 2020 sebanyak 84 orang. Sementara itu, calon kepala daerahh laki-laki sebanyak 657 orang.
 
Calon wakil kepala daerah perempuan yang maju dalam Pilkada 2020 sebanyak 67 orang dan calon wakil kepala daerah laki-laki sebanyak 674 orang.
 
"Jadi memang jumlahnya jauh sekali ya kalo dibandingkan dengan laki-laki, baik yang maju sebagai calon kepala daerah ataupun calon wakil kepala daerah," kata dia.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif