Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Anggaran Pilkada Dipastikan Sesuai Kebutuhan Setiap Daerah

Pilkada pilkada serentak
Kautsar Widya Prabowo • 01 Juli 2020 16:04
Jakarta: Dana untuk Pilkada 2020 dipastikan sudah disesuaikan dengan kebutuhan daerah penyelenggara. Sehingga, tidak ada lagi daerah yang seharusnya mengalami kekurangan dana.
 
Ini ditegaskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyusul adanya permintaan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang menginginkan Pilkada Serentak ditunda. Alasan penundaan, yakni tidak memiliki dana untuk menyelenggarakan pilkada di tengah pandemi.
 
"Untuk Pilkada Solo kan sudah ada naskah perjanjian hibah daerah (NPHD)," kata Komisioner KPU Ilham Saputra kepada Medcom.id, Rabu, 1 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 41 Tahun 2020 terkait Pendanaan Pilkada dijelaskan NPHD merupakan naskah perjanjian hibah antara pemerintah daerah dan KPU daerah bersumber dari APBD. Sehingga, setiap daerah mendapatkan bantuan dana yang disesuikan dengan kebutuhannya masing-masing.
 
Kementerian Keuangan telah menyetujui pengajuan penambahan anggaran Pilkada Serentak 2020 sebesar Rp4,7 triliun. Pencairan anggaran tersebut dibagi dalam tiga tahap.
 
Baca: PKPU Pilkada 2020 Memasuki Tahap Pengundangan
 
Tahap pertama dicairkan Rp1,024 triliun pada Juni 2020. Tahap kedua, Rp3,28 triliun pada Agustus 2020. Kemudian, tahap tiga Rp457 miliar diminta dicairkan pada Oktober 2020.
 
Tahap pertama sudah dicairkan dan disalurkan ke pemerintah daerah penyelengara pilkada. Alokasi anggaran untuk KPU sebesar Rp941 miliar.
 
Daerah yang belum dapat mencukupi kebutuhan pilkada, akan mendapat pencairan dana di tahap berikutnya. "Rp941 miliar baru tahap awal," kata Ilham.
 
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengaku tidak memiliki anggaran tambahan yang diajukan KPU. Anggaran sudah difokuskan untuk menangani pandemi covid-19.
 
"Ini anggarannya sudah tidak bisa nambah. KPU minta tambahan Rp11 miliar, kami tidak punya anggaran, wong bayar listrik saja tidak bisa. Pilkada kan bisa ditunda tahun depan," ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Selasa, 30 Juni 2020.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif