PKB Sebut Isu Agama di Pilkada Masih Dominan
Wakil Sekretris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid--Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Jakarta:Wakil Sekretris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyoroti isu agama yang dibangun di sejumlah Pilkada di Jawa. Hal itu terbukti dengan raihan suara signifikan sejumlah pasangan calon di luar prediksi survei. 

"Pilkada ini kita bisa melihat, bahwa suara di Jawa itu yang menjadi 60 bahkan 70 persen suara nasional itu faktor isu soal agama masih signifikan," kata Jazilul saat dihubungi wartawan, Kamis, 28 Juni 2018. 


Sebagai contoh, bagaimana pasangan Ahmad Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Pilkada Jawa Barat. Hasil hitung cepat lembaga survei menempatkan pasangan ini berada di posisi kedua. Padahal, diprediksi pasangan ini tak mampu berbicara banyak di Pilkada Jawa Barat. 

Baca: Isu Agama Bagai Dua Sisi Mata Uang

Peningkatan yang signifikan juga diraih pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah. Lembaga survei tak ada yang menyangka pasangan ini mampu menempel pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen. Bahkan lembaga survei memprediksi pasangan ini hanya meraup 20 persen suara. 

"Lembaga survei banyak yang salah memprediksi Pak Sudirman dengan Ibu Ida. Jauh dari yang dibayangkan. Termasuk kalau di Jawa Timur memang selisihnya tipis-tipis. Di Jawa Barat juga begitu," jelas Jazulul.

Isu-isu keagamaan dan keumatan yang digalang sejumlah parpol menjadi jualan politik yang masih diminati masyarakat. Isu ini yang gagal dipetakan dan diprediksi lembaga survei. 

"Lembaga survei juga gagal untuk memotret kekuatan isu-isu agama, isu-isu keumatan yang dibangun," pungkasnya. 




(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id