Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Eri Cahyadi Dinilai Tak Representasikan PDI Perjuangan di Pilwali Surabaya

Pilkada
Medcom • 07 Juli 2020 17:07
Surabaya: Bakal calon wali kota Surabaya Eri Cahyadi dinilai tak lagi memrepresentasikan PDI Perjuangan. Sebab dirinya sudah ditinggal pendampingnya Armuji yang mengundurkan diri.
 
Armuji diketahui merupakan kader PDI Perjuangan, dia juga mantan Ketua DPRD Surabaya. Armujimundur karena ingin fokus membantu masyarakat dalam penanganan covid-19.
 
Guru besar Ilmu Sosial dan Politik Unair, Bagong Suyanto, mengatakan dengan mundurnya Armuji di Pilwali Surabaya, Eri dinilai tak lagi memrepresentasikan PDI Perjuangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Satu-satunya kekuatan politik (partai) yang memungkinkan kan itu. Ya tapi di internal PDI Perjuangan sendiri kan juga ada beberapa kandidat yang juga bersaing," kata Bagong.
 
Bagong khawatir jika Eri tetap maju menjadi calon Wali Kota Surabaya dari PDI Perjuangan akan menimbulkan gejolak di tubuh internal partai. Apalagi Eri merupakan seorang birokrat.
 
"Kalau melihat posisi kepengurusan Bu Risma di pusat mungkin saja kekuasaan ikut menentukan minimal mewarnai. Tapi gejolak internal PDI Perjuangan juga harus dilihat kalau rekomnya jatuh ke Eri," kata Bagong.
 
Bagong pun membandingkan Eri dengan Gibran yang juga maju ke pilkada yang mendapatkan dukungan dari sosok kuat partai. Akan tetapi posisi Eri yang mendapatkan dukungan dari Risma tak sekuat Gibran.
 
"Beda dengan Gibran yang di Solo. Karena anaknya Jokowi. Kalau di Surabaya kan Eri bukan putra mahkota yang punya cantolan kuat. Iya benar (dianggap penerus Risma) tapi kan bukan sekuat Gibran," jelas Bagong.
 
Sebelumnya, enam nama memiliki peluang besar mendapat rekomendasi dari DPP PDIP untuk maju pada pemilihan wali kora Surabaya 2020. Mereka dari latar belakang berbeda, mulai dari politikus hingga birokrat.
 
Pertama adalah Whisnu Sakti Buana. Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus mantan Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Kedua Puti Guntur Sukarno, merupakan cucu Bung Karno yang baru terpilih sebagai anggota DPR RI.
 
Ketiga, Armudji, merupakan Ketua DPRD Kota Surabaya. Keempat, Mochamad Nur Arifin. Kandidat ini akan muncul jika DPP PDIP mempertimbangkan usia sebagai faktor dalam merebut elektoral.
 
Kelima dan keenam adalah Hendro Gunawan serta Eri Cahyadi. Keduanya birokrat yang cukup menonjol di Pemkot Surabaya.

 

(ALB)

TERKAIT
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif