Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Survei: Animo Masyarakat Datang ke TPS Masih Tinggi

Pilkada survei Virus Korona pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Indriyani Astuti • 26 Oktober 2020 05:10
Jakarta: Animo masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 masih tinggi. Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan mayoritas dari 1.200 responden menunjukkan hasil tersebut.
 
"Sebanyak 57,2 persen pemilih tetap datang ke TPS," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam diskusi hasil survei nasional bertajuk "Politik, Demokrasi, dan Pilkada di Era Pandemi", yang digelar secara daring, Minggu, 25 Oktober 2020.
 
Dari 57 persen responden, 46,3 persen responden setuju Pilkada 2020 tetap dilanjutkan. Burhanuddin menyebut peserta survei yang menginginkan pilkada ditunda berasal dari daerah yang tak menggelar pemilihan, yakni mencapai 53,3 persen. Sementara itu, 39,4 persen peserta jajak pendapat di wilayah yang tak menggelar pilkada setuju pesta demokrasi dilanjutkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Justru responden yang tinggal di wilayah yang tidak ada pilkada justru menuntut untuk ditunda," kata Burhanuddin.
 
Selain itu, survei menunjukkan 45,5 persen responden setuju dengan metode kampanye pilkada kampanye terbatas, 10,7 persen lainnya menyatakan tidak apa-apa dilakukan kampanye terbuka di tengah pandemi. Adapun 33,9 persen responden cenderung menyetujui kampanye virtual dan 9,9 persen tidak menjawab.
 
Burhanuddin juga membeberkan fakta unik terkait survei. Yakni 68,7 persen responden sepakat Pilkada 2020 menyebabkan kerawanan terkait penyebaran virus korona (covid-19). Namun hal tersebut tak membatalkan keinginan mereka memilih.
 
"Ada variabel lain yang menyebabkan mereka ingin pilkada tetap dilaksanakan tahun ini, satu mungkin karena sudah keputusan dari pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sudah ada sosialisasi, atau merasa bisa memitigasi karena ada aturan dari KPU yang ketat misalnya," kata Burhanuddin.
 
Survei Indikator Politik dilakukan sejak 23 hingga 30 September 2020 dengan melibatkan 1.200 orang. Mereka diwawancara dengan metode sambungan telepon. Responden dipilih secara acak dari basis data yakni 206 ribu peserta yang pernah diwawancarai secara tatap muka pada Februari 2020.
 
Dari jumlah itu 27 persen atau 5.614 responden dihubungi. Sebanyak 1.200 diwawancarai melalui telepon dengan sampel yang berasal dari seluruh provinsi terdistribusi secara proporsional. Survei ini memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif