Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah telah melaksanakan debat publik calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah tahun 2020 (Foto:MetroTV/Mita Meinansi)
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah telah melaksanakan debat publik calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah tahun 2020 (Foto:MetroTV/Mita Meinansi)

KPU Sulteng Sukses Gelar Debat Cagub-Cawagub Putaran Kedua

Pilkada kpu pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
M Studio • 18 November 2020 15:45
Palu: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah telah melaksanakan debat publik calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah tahun 2020.
 
Debat putaran kedua tersebut telah ditayangkan di Metro TV pada Sabtu, 14 November 2020, Pukul 16.00 hingga 18.00 WITA.
 
"Alhamdulillah, sesi debat kedua ini berjalan baik, lancar, dan aman, sesuai dengan segmen yang sudah diatur oleh KPU Provinsi Sulawesi Tengah. Begitu pula durasi waktu dan lain sebagainya, yang menandakan pasangan calon itu saling berdebat, dan hampir semua memanfaatkan waktu dengan baik,” ujar Sahran Raden, anggota KPU Provinsi Sulawesi Tengah, yang merupakan Ketua Divisi Sosialiasi, Parmas dan SDM, dikutip keterangan tertulis, Senin, 16 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaksanaan debat publik tersebut merupakan kewajiban KPU Provinsi sebagai fasilitator untuk mengantarkan pemilih dalam memperoleh informasi dari partai politik, pasangan calon atau tim kampanye mengenai visi misi dan program kerja.
 
Kampanye merupakan salah satu tahapan penting dalam penyelenggaraan pemilihan. Sebab, melalui tahapan kampanye, pemilih diajak untuk mengenal dan memahami lebih jauh pasangan calon yang akan berkompetisi dalam pemilihan.
 
Melalui kegiatan ini pemilih dapat mengetahui profil, visi dan misi, serta program kerja para pasangan calon.
 
“Tema debat juga menyentuh pada pokok-pokok persoalan yang sudah kami tentukan untuk menjadi tema dalam debat kedua ini,” kata Sahran Raden.
 
Pelaksanaan debat mengacu pada UU Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota, Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2020, Keputusan KPU Nomor 478/2020 tentang Pedoman Teknis Kampanye Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota Tahun 2020. Juga merujuk pada Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pemilihan di Masa Bencana Non Alam Covid 19, di mana debat publik digelar menggunakan protokol kesehatan.
 
Sebelum pelaksanaan debat, KPU Sulteng sebelumnya telah membuat kesepakatan bersama dengan liassion officer (LO) dan tim kampanye para paslon, termasuk melakukan pengundian amplop pertanyaan dari masing-masing pasangan calon, juga melakukan evaluasi dan persiapan untuk pelaksanaan debat tahap kedua tersebut.
 
Kesepakatan tersebut dirumuskan dalam rapat koordinasi persiapan pelaksanaan debat terbuka tahap kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah tahun 2020, yang dilaksanakan di Aula kantor KPU Sulteng, pada Rabu 11 November 2020.
 
KPU Sulteng Sukses Gelar Debat Cagub-Cawagub Putaran Kedua
 
Bahkan, sehari sebelum debat dilaksanakan, Jumat, 13 November 2020, KPU Sulteng bersama Metro TV dan para pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, Dr Muhamad Hidayat Lamakarate MSi dan Dr Ir Bartholomeus Tandigala SH CES dengan partai pengusul Partai Gerindra dan PDIP, serta H Rusdy Mastura dan Drs Ma’mun Amir dengan partai pengusul yakni, Partai NasDem, Golkar, PAN, PKS, Hanura, Demokrat, PKB, Perindo, dan PPP, melakukan gladi bersih.
 
Adapun para penyusun materi masing-masing adalah Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Palu Dr H Lukman S Tahir MA, Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB Untad Dr Haerul Anam SE MSi, Ketua Senat Akademik Dosen FKIP Untad Mochtar Marhum M Ed PhD, Ketua Pusat Penelitian Pusat Gender dan Anak LPPM Untad Dr Ir Andi Fatmawati MP IPM, Rektor Universitas Alkhairaat Palu Dr Umar Alatas SPi MSi, Associate Professor Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Untad Dr Aminuddin Kasim SH MH, dan Associate Professor Kebijakan Publik FISIP Untad Dr Mohamad Irfan Multi MSi.
 
Dalam debat yang berlangsung selama dua jam itu, masing-masing pasangan calon saling memberi pertanyaan, menjawab dan menanggapi materi terkait dengan pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan kemiskinan, yang telah disusun tim penyusun materi yang ditunjuk oleh KPU Sulteng, berjumlah tujuh orang.
 
Mereka dianggap telah memenuhi kualifikasi atas integritas, jujur, simpatik, dan kapasitas sesuai bidangnya. Bersikap netral, tidak memihak, dan tidak mempunyai hubungan dengan partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon, dan atau tim kampanye, serta telah mengisi dan menandatangani formulir kesediaan dan fakta integritas yang disediakan oleh KPU Sulteng.
 
Sebelum acara debat ditutup pada segmen enam, masing-masing pasangan calon menyampaikan pernyataan penutup. Hidayat-Bartho dengan tagline HEBAT sebagai pasangan nomor urut 1, mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah SWT, karena keduanya telah ditetapkan dan diperkenankan menjadi calon gubernur dan wakil gubernur Sulteng pada tahun 2020 ini.
 
“Insya Allah, mudah-mudahan kami akan menjalankan tugas dan kewajiban kami dengan sebaik-baiknya. Sulawesi Tengah adalah negeri yang memiliki kekayaan yang sangat luar biasa, namun kita belum berdaya. Kita harus memaksimalkan dan mengoptimalkan kerja-kerja kita untuk memastikan sumber daya kita bisa kita kelola dengan baik,” ucap Hidayat.
 
Ia menyatakan jika mereka terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Sulteng, mereka akan memastikan percepatan pelaksanaan pembangunan, memastikan penyiapan lapangan kerja bagi masyarakat, dan menyiapkan kemudahan akses pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta memastikan masyarakat Sulawesi Tengah akan mendapatkan apa yang diharapkan jika Hidayat-Bartho menjadi gubernur dan wakil gubernur Sulteng.
 
KPU Sulteng Sukses Gelar Debat Cagub-Cawagub Putaran Kedua
 
Sementara, pasangan Rusdy Mastura dan Ma’mun Amir sebagai pasangan nomor urut 2, menyerukan rasa terimakasihnya kepada 11 partai politik yang mereka nyatakan sebagai pendukung, dan seluruh kalangan yang memberikan dukungannya kepada mereka berdua.
 
“Kami sudah punya pengalaman dan cerdas. Insya Allah Rusdy Mastura dan Ma’mun Amir, akan membangun Sulawesi Tengah ini tidak berdasarkan pemikiran hanya momok, tapi pemimpin yang berpikiran out of the box. Insya Allah atas dukungan masyarakat Sulawesi Tengah, kami akan menjadi pemimpin yang amanah. Dalam kesempatan ini saya akan berdoa kepada Allah SWT untuk jadikan aku pemimpin yang ada di hati rakyat,” kata Rusdy Mastura.
 
Dengan terlaksananya debat publik tahap kedua tersebut, KPU Sulteng berharap pemilih sudah dapat menentukan pilihannya berdasarkan pemaparan yang disampaikan dari masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.
 
“Kami berharap bahwa pemilih sudah bisa melihat mana sebenarnya pasangan calon gubernur yang memang sesuai dengan pilihan masing-masing, tentu berdasarkan pemaparan dari visi misi dan program yang sudah disampaikan oleh pasangan calon,” tutur Ketua KPU Sulteng Tanwir Lamaming.
 
KPU Sulteng juga berharap pelaksanaan debat publik putaran ketiga, yang rencananya akan dilaksanakan pada 3 Desember 2020, atau dua hari sebelum tahapan kampanye berakhir, akan berlangsung sama halnya dengan debat publik pada putaran kedua tersebut.
 
“Kami berharap debat ketiga juga akan seperti ini, aman, damai, dan berjalan bagus. Karena dari pertama sampai dengan kedua ini, Alhamdulillah semua dapat kita laksanakan dengan baik sesuai dengan mekanisme yang sudah kita tentukan,” ujar Tanwir Lamaming.
 
Sebagai penutup kampanye terbuka melalui media penyiaran, KPU Sulteng juga berharap pelaksanaan debat ketiga nantinya, yang mengusung tema menyelarasikan pembangunan kabupaten, kota, provinsi dan nasional, serta menumbuhkan NKRI, menjadi metode pamungkas dalam kampanye terakhir pada pasangan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif