Paslon wali kota dan wakil wali Kota Surabaya nomor urut dua Machfud Arifin-Mujiaman, pada acara debat publik kedua Pilkada Surabaya 2020. (Medcom.id/Amal)
Paslon wali kota dan wakil wali Kota Surabaya nomor urut dua Machfud Arifin-Mujiaman, pada acara debat publik kedua Pilkada Surabaya 2020. (Medcom.id/Amal)

Machfud Arifin Janjikan Bangun LRT

Pilkada pilkada serentak Debat Pilkada Pemilu Serentak 2020
Amaluddin • 18 November 2020 22:36
Surabaya: Calon wali kota Surabaya Machfud Arifin berjanji mewujudkan program Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang gagal direalisasikan. Yaitu membuat moda transportasi seperti Lintas Raya Terpadu (LRT) maupun Moda Raya Terpadu (MRT).
 
"LRT ini diharapkan bisa mengatasi kemacetan yang ada di Surabaya," kata Machfud, pada debat kedua Pilkada Surabaya 2020, di Dyandra Surabaya, Rabu malam, 18 November 2020.
 
Machfud mengatakan, program Risma yang gagal ini kembali muncul pada 2020. Dia menerangkan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sudah melakukan pembahasan dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi untuk merealisasikan hal tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahkan, lanjut Machfud, Pemprov Jatim berencana membangun sejumlah moda transportasi yang terkoneksi di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bangkalan, Mojokerto dan Lamongan (Gerbangkertasusila). Transportasi yang akan dibangun, antara lain kereta api lokal (komuter), LRT, dan MRT.
 
"Laju kendaraan di Jatim utamanya Surabaya cukup besar. Bahkan bisa satu juta kendaraan setiap tahunnya. Maka itu perlu ada penambahan transportasi massal," ujar Machfud.
 
Baca:Kemenkominfo Pantau Konten Pilkada Selama 24 Jam
 
Dalam kesempatan tersebut, Machfud juga menyinggung soal Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang pembangunan moda Gerbang Kertasusila yang terkoneksi.
 
"Ibu Gubernur sudah Road Show karena covid (terhenti). Kami akan back up betul, berkolaborasi dengan kepala daerah lain, gubernur dan wali kota," terangnya.
 
Sementara itu, calon wakil wali kota Mujiaman, menyoroti perihal berkurangnya jumlah transportasi massal. Yakni, bemo yang sebelumnya ada 4.000 tersisa 1.000.
 
"Ternyata bemonya hancur karena tidak ada perhatian dari Pemkot Surabaya," kata Mujiaman.
 
Mujiaman juga menyoroti perihal pembangunan lahan parkir yang mangkrak, terminal mangkrak serta tak berfungsi. Dia menyebut, terminal dibangun untuk menyejahterahkan rakyat.
 
"Bukan untuk gaya-gayaan," imbuhnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif