Abdullah Azwar Anas: Ada Upaya Pembunuhan Karakter

Amaluddin 05 Januari 2018 13:21 WIB
pilgub jatim 2018
Abdullah Azwar Anas: Ada Upaya Pembunuhan Karakter
Kandidat Cawagub Abdullah Azwar Anas (kiri) bersama Ketua DPD Jatim Kusnadi. Foto: Medcom.id/Amaluddin
Surabaya: Abdullah Azwar Anas angkat bicara terkait kabar dirinya mundur dari bakal calon wakil gubernur Jawa Timur dalam ajang Pilkada 2018. Bupati Banyuwangi itu menilai kabar tersebut sebagai upaya pembunuhan karakter.

Anas mengaku sudah terbiasa dengan isu buruk, bahkan teror, yang kerap menimpa dirinya dan keluarga. Termasuk kabar yang menyebutkan dirinya mundur dari pencalonan.

“Ada sejumlah upaya pembunuhan karakter. Jadi terkait apa yang jadi desus-desus itu, saya sudah biasa. Perlakuan yang sama persis seperti ini sudah saya terima sejak tahun kedua menjabat (Bupati Banyuwangi),” kata Anas, dalam rilis yang diterima Medcom.id, Jumat, 5 Januari 2018. Menurut Anas, ancaman serta teror muncul setelah ia menerapkan sebuah kebijakan. Misalnya kebijakan pelarangan pasar modern dan memperjuangkan saham bagi rakyat di sektor pertambangan.

“Bahkan saya dilaporkan melakukan kriminalisasi kebijakan karena kebijakan-kebijakan tersebut. Saya juga dikirimi macam-macam gambar di masa lalu untuk mencegah agar saya mengambil kebijakan-kebijakan tertentu. Tapi saya tetap melanjutkan apa yang baik bagi orang banyak," ujar Anas.

Anas mengaku membangun daerah bukan hal yang mudah. Ada banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi dan dilalui. 

Tapi ia mendapat dukungan dan membuktikan dirinya mampu membangun Banyuwangi. Jadi, ia menganggap kabar itu sebagai risiko.

"Apapun yang datang mengadang untuk kebaikan banyak orang seperti program 'Rantang Kasih' yang memberi makanan bergizi tiap hari ke lansia, program uang saku tiap hari bagi pelajar miskin dan sebagainya, ya itu sudah biasa kami hadapi jika ada yang menyerang terkait momen politik," lanjut Anas. 

Program-program ekonomi kerakyatan berhasil meningkatkan pendapatan per kapita warga Banyuwangi dari Rp20,8 juta per orang per tahun menjadi Rp41,46 juta per orang per tahun pada 2016. Kenaikan pendapatan itu mencapai 99 persen. 

Produk Domestik Regional Bruto naik 104 persen dari Rp32,46 triliun menjadi Rp66,34 triliun. Banyuwangi juga terus menjadi daerah dengan inflasi terendah se-Jatim.

"Kita kan juga sudah punya Mal Pelayanan Publik yang mengintegrasikan ratusan izin dan dokumen di satu tempat yang transparan, tanpa pungutan liar," ujarnya.



(ALB)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360