TKN KIK Sindir Prabowo Soal Ekonomi Kebodohan
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Jakarta: Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Hebat (TKN-KIK) menyindir pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto soal Indonesia tengah menjalankan ekonomi kebodohan. Masyarakat dinilai bisa melihat sosok yang betul-betul mengalami gejala kebodohan tersebut.

Sindiran itu merujuk pada sikap Prabowo dan timnya yang percaya tehadap isu penganiayaan Ratna Sarumpaet. Atas pernyataan itu, Prabowo dan timnya sempat menggelar konferensi pers menyebut tindakan itu pengecut.


Selang sehari kemudian, Ratna mengakui isu penganiayaan itu bohong. Dia mengalami luka lebam akibat sedot lemak di pipi kanan dan kiri.

"Rakyat juga akhirnya melihat siapa yang sebenarnya menderita gejala kebodohan itu, ketika tidak bisa membedakan antara penganiayaan dan operasi plastik, rakyat paham siapa yang sebenarnya menderita gejala kebodohan," kata Sekretaris TKN-KIK Hasto Kristiyanto di Posko Cemara, Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018.

(Baca: Istilah 'Ekonomi Kebodohan' Prabowo Dipertanyakan)

Prabowo juga dinilai harus lihai dalam memilih diksi. Pernyataan Prabowo soal make Indonesia great again dinilai hanya retorika belaka. 

Politikus PDI Perjuangan itu menilai masyarakat sudah bisa melihat siapa calon presiden yang bekerja keras membangun negara dengan hanya mengubar retorika.

"Tapi namanya pemimpin di dalam memilih diksi pun seharusnya juga hati-hati karena kalau kita membodoh-bodohkan bangsa ini, sistem ekonomi bangsa ini, rakyat justru akan bertindak sebaliknya," kata dia.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id