Ilustrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dok. Medcom.id
Ilustrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dok. Medcom.id

Tidak Memenuhi Syarat, 7 Bapaslon Pilkada 2020 Gugur

Pilkada kpu pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Anggi Tondi Martaon • 02 Oktober 2020 12:32
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis data bakal pasangan calon (bapaslon) yang mendaftar pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Sebanyak 7 bapaslon berstatus tidak memenuhi syarat (TMS).
 
Komisioner KPU Evi Novida Ginting menyampaikan jumlah tersebut terdiri dari pemilihan gubernur (pilgub) dan kabupaten/kota. "Bapaslon pilgub yang berstatus TMS sebanyak 1 calon," kata Evi dalam keterangan tertulis, Jumat, 2 Oktober 2020.
 
Bapaslon pilgub yang berstatus TMS, yakni Agusrin Maryono dan M Imron Rosyadi Pilgub Bengkulu. Pasangan ini diusung oleh Gerindra, PKB, Perindo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Evi menyebutkan total yang memenuhi syarat Pilgub 2020 tercatat 24 bapaslon. Sementara, bapaslon pemilihan kabupaten/kota yang dinyatakan lolos tahap pendaftaran sebesar 693 pasangan calon.
 
Baca: Empat Mantan Napi Gagal Calonkan Diri di Pilkada 2020
 
Sementara itu, 6 bapaslon di pemilihan bupati (pilbup) dan pemilihan wali kota (pilwakot) dinyatakan tak memenuhi syarat. Berikut nama bapaslon yang dinyatakan gugur:
1. Fonaha Zega dan Emanuel Zebua, bapaslon Pilbup Nias Utara, Sumatra Utara, calon jalur perseorangan.
 
2. Iriadi DT Tumenggung dan Agus Syademan, bapaslon Pilbup Solok, Sumatra Barat, diusung Demokrat, PDI Perjuangan, dan Hanura.
 
3. Syaifurrahman Salman dan Ika Rizky Veryani, bapaslon Pilbup Dompu, Nusa Tenggara Barat, diusung Partai Golkar, PPP, Partai Demokrat dan PAN.
 
4. Herwin Yatim dan Mustar Labolo, bapaslon Pilbup Banggai, Sulawesi Tengah, diusung PDI Perjuangan, PKS, dan Perindo.
 
5. Herman Anitu Basik dan Sularso, bapaslon Pilwakot Merauke, Papua, diusung Partai Golkar dan Gerindra.
 
6. Syarif Rum Machmoed dan Vivin Baso Ali, bapaslon Pilbup Poso, Sulawesi Utara. Tidak ada keterangan maju melalui partai atau perseorangan dalam data yang dirilis KPU tersebut.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif