Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Pakar: Debat Paslon di Tengah Pandemi Jangan Sekadar Ceramah

Pilkada Virus Korona pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Fachri Audhia Hafiez • 18 Oktober 2020 23:27
Jakarta: Debat pasangan calon (paslon) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 diharapkan membawa nuansa baru. Paslon diminta tidak hanya memaparkan visi, misi, dan gagasan mereka.
 
"Bukan sekadar seperti ceramah yang dilakukan oleh para calon kepala daerah," kata pakar hukum pemilihan umum, Titi Anggraini, dalam webinar bertajuk 'Siap Siaga Menghadapi Pilkada di Tengah Pandemi', Minggu, 18 Oktober 2020.
 
Menurut dia, debat harus mampu mengelaborasi gagasan, program, dan kapasitas calon secara maksimal. Program untuk penanganan pandemi virus korona (covid-19) harus menjadi nilai jual.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) ini mengatakan debat di masa pandemi mesti strategis dan tidak monoton. Pasalnya, debat bakal dilihat publik melalui media penyiaran.
 
"Oleh karena itu desain (debat) harus progresif sehingga pemilih ketika menonton debat itu jadi tahu apa sih kapasitas dan yang ditawarkan oleh calon," ujar Titi.
 
Baca: Ruang Digital Kurang Laku untuk Kampanye Pilkada 2020
 
Penyelenggara pemilu diharapkan memperhatikan serta mengakomodasi kebutuhan debat tersebut. Dengan begitu, debat menjadi daya tarik tersendiri bagi pemilih untuk menjatuhkan pilihan kepada paslon yang dianggap mumpuni.
 
"Ini jadi tantangan bagi penyelenggara pemilu kita terkait dengan bagaimana mengoptimalkan desain debat di masa pandemi," ujar Titi.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif