Cara Gus Ipul dan Khofifah Atasi Ekonomi Sektor Pertanian
Foto Metro TV
Surabaya:Calon Gubernur Jawa Timur nomor 2, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, tak hanya memaparkan soal ekonomi sektor pertanian. Wakil Gubernur Jatim nonaktif itu menyampaikan beberapa inovasi terkait perihal tersebut.

"Jika kami diamanahi, maka kami akan membangun BUMD Pangan pertama untuk membantu petani dalam mengatasi harga anjlok saat panen," kata Gus Ipul, saat menjawab pertanyaan dari panelis soal ekonomi sektor pertanian.


Gus Ipul menyadari bahwa produktivitas petani akan sulit ditingkatkan, karena lahan subur di Jatim berkurang. Ini akibat beralih menjadi kawasan industri atau pemukiman. Untuk itu diperlukan inovasi dalam teknologi pertanian.

"Agrobisnis hulu-hilir dengan lahan mencapai 200-400 hektare milik kelompok tani. Pertanian berjemaah ini tidak membutuhkan pupuk dan bibit bersubsidi. Seluruh biaya ditanggung oleh bank. Dengan inovasi ini, pendapatan petani diprediksi bisa naik hingga 52 persen," katanya.

Selain itu, Gus Ipul juga mendorong anak muda di Jatim menjadi handal. Sebab, dalam survei terbaru yang dirilis Menteri Pertanian, jumlah petani muda di Indonesia hanya berkisar 13 persen, sedangkan petani tua sudah mencapai 62 persen dari keseluruhan petani yang ada.

Sementara cagub nomor 1, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan pentingnya melibatkan semua pelaku pertanian, bahkan hingga ke masyarakat petani di sekitar hutan dan nelayan. "TPI-TPI di sekitar daerah nelayan harus terbangun infrastrukturnya, guna bisa meningkatkan sektor pertanian," katanya.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id