Kampanye Konvensional Dinilai Efektif di Pilkada
Ilustrasi--medcom.id
Padang: Kampanye konvensional antara calon dan masyarakat dinilai lebih efektif dalam pilkada. Dibanding kampanye lewat dunia maya.

"Persoalannya dengan dialog terbuka antara calon kepala daerah dan masyarakat akan ada pembelajaran politik bermanfaat," kata pengamat bidang politik dan pemerintahan dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumbar, Asrinaldi, di Padang, Senin, 23 April 2018.


Dia menjelaskan pembelajaran politik ini muncul karena masyarakat akan melihat secara langsung kejujuran dan sikap dari calon kepala daerah. Hal ini akan lebih efektif untuk memberikan suara dibanding kampanye menggunakan teknologi seperti melalui media sosial.

Sebab, saat ini masyarakat cukup cerdas dalam menerima informasi dan kampanye melalui teknologi tersebut. Sulit diketahui kejujuran atau keseriusan calon dalam pilkada.

Baca: Pos Anggaran tak Perlu Bikin Biaya Pilkada Mahal
 
Sebagian besar calon yang sukses dan menjadi kepala daerah telah mempraktikkan sistem dialog terbuka tersebut. Alangkah lebih baik bila hal tersebut ditangkap oleh pemangku kepentingan seperti partai politik, KPU, dan Banwaslu dalam bentuk inovasi dalam pilkada.

Sebab, sejauh ini tahapan kampanye dari tahun ke tahun masih sebatas ritual dalam pilkada atau pemilu saja.

Dengan berubahnya pemikiran pemangku kepentingan tersebut, tentu akan menciptakan kampanye dan pilkada yang berkualitas. Misalnya dalam mengenalkan pilkada bukan dari sisi kegiatan pemilihan secara politik sama Dengan harapan masyarakat termotivasi dan mengubah sikap politiknya sehingga pimpinan yang terpilih berdasarkan pilihan mayoritas dan berkualitas.




(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id