Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Lebih Hemat, Debat Pilkada Makassar Digelar di Jakarta

Pilkada pilkada serentak Debat Pilkada Pemilu Serentak 2020
Muhammad Syawaluddin • 18 November 2020 14:46
Makassar: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar kembali menggelar debat kandidat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar di Jakarta. Salah satu pertimbangannya adalah KPU Makassar bisa menghemat anggaran.
 
"Kami bisa hemat hingga 70 persen jika diadakan di Jakarta," kata Ketua KPU Makassar, Faridl Wajdi, di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 18 November 2020.
 
Ia mengatakan, beberapa penawaran ihwal penyelenggaraan debat sempat masuk ke KPU Kota Makassar. Namun, harga yang ditawarkan cukup merogoh kantong.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harga yang masuk mencapai Rp1,9 miliar jika debat itu dilakukan di Kota Makassar," ujarnya.
 
Sedangkan, lanjut dia, bila dilakukan di Jakarta lebih murah. Yakni hanya dikenakan Rp400 juta.
 
"Tapi jika dilakukan di Jakarta dalam hal ini studio TV," jelasnya.
 
Baca:Debat Pilkada Tangsel Mulai 22 November
 
Selain pertimbangan efisiensi anggaran, KPU Kota Makassar juga mempertimbangkan pandemi covid-19. Dia menilai, jika debat dilakukan di Makassar ada potensi kerumunan massa dari pendukung pasangan calon.
 
Sementara itu, beberapa KPU kabupaten/kota di Sulawesi Selatan juga melakukan hal serupa dengan menggelar debat pasangan calon di Kota Makassar. Dia mengaku tidak bisa melarang bila dilakukan di Kota Makassar.
 
"Kami juga punya tanggung jawab agar penyebaran virus korona tidak meluas. Kami juga tidak bisa membendung massa yang ada di luar studio, jika itu dilakukan di Kota Makassar," ungkapnya.
 
Kapolrestabes Makassar, Kombes Witnu Urip Laksana, mengatakan indeks kerawanan pilkada di Kota Makassar masuk zona merah. Dia mengungkap, zona merah kerawanan pilkada merata di semua wilayah Makassar.
 
"Setelah kita menganalisa. Kami menganggap semua (wilayah di Makassar) rawan," katanya.
 
Mantan Dirintel Polda Sulsel itu mengatakan, Kota Makassar masuk dalam rawan dalam gangguan keamanan saat proses pilkada. Sehingga harus mendapatkan perhatian lebih.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif