Dana Kampanye akan Diaudit
Ketua KPU Arief Budiman. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta:Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman akan mengaudit dana kampanye calon kepala daerah. Itu disampaikannya setelah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan dugaan dana kampanye di luar rekening khusus. 

"Mekanismenya kan sudah diatur. Mulai laporan dari awal kampanye, nanti di tengah-tengah laporan awal kampanye itu ada penerimaan dana kampanye. Lalu, diakhirnya ada penerimaan dan pengeluaran dana kampanye, baru setelah itu KPU bisa melakukan audit," kata Arief di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Maret 2018.


Menurut Arief, jika di tengah-tengah perjalanan ada yang melanggar, Bawaslu tentu akan mengambil tindakan sesuai aturan. "Misalnya, sudah ketangkap basah terima uang dari sumber yang tidak berhak, itu bisa langsung diambil sikap," terang Arief.

Sementara itu, kata Arief, KPU dalam menjalankan tugasnya akan memantau seluruh dana kampanye yang dimiliki pasangan calon peserta Pilkada 2018. Pemantauan itu, kata Arief, dilakukan melalui laporan penerimaan dan sumbangan lewat rekening khusus dana kampanye.

"KPU memonitoring itu, di luar itu tentu ada regulasi lain, tapi untuk seluruh dana kampanye kita monitoring dari laporan dana kampanye," terang Arief.

Dia menekankan, jika benar terbukti dana kampanye itu di luar rekening khusus, dana itu tidak dapat digunakan untuk kampanye. Pasalnya, dana yang dapat digunakan hanya yang tercatat dan masuk ke rekening khusus.

Baca:Penundaan Proses Hukum Cakada Rugikan Demokrasi

"Kalau orang punya uang sendiri tapi digunakan untuk hal lain bukan kampanye, KPU tidak bisa melarang, tapi untuk dana kampanye semua harus dari rekening khusus dana kampanye," terang dia. 

Arief mengatakan temuan dana kampanye di luar rekening khusus ini sedang diteliti Bawaslu. Bila ditemukan pelanggaran, kata dia, Bawaslu yang akan proses.

"Selama ini pembiayaan kampanye itu selalu masih dalam rangejumlah rekening dana kampanye yang dilaporkan. Kami sampai hari ini belum pernah menemukan misalnya dalam laporan penerimaanya 10 tapi biaya kampanyenya 15 nah itu belum ada," tutup Arief.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id