Kasus Narkoba Bupati Ogan Ilir tak Boleh Terulang
Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiandi saat digiring petugas Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Senin, 14 Maret 2016. Dia diduga memakai sabu satu bulan setelah dilantik. Foto: MI/Galih Pradipta
Jakarta:Anggota Komisi II DPR mengkhawatirkan kepala daerah seperti tersandung kasus narkoba, seperti yang terjadi ke Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazardi Noviadi. Kasus serupa hendaknya tidak menular ke kepala daerah atau calon kepala daerah di Pilkada Serentak 2018.

Anggota Komisi II Fraksi Golkar Firman Soebagyo berpendapat seluruh calon kepala daerah harus bersih dari penyalahgunaan narkoba. Apalagi, kasus narkoba merupakan pidana luar biasa yang sama seperti kasus korupsi.


Dia mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk kembali mengetes urine para calon kepala daerah. "Pejabat pemerintah pejabat negara itu harus clear and cleandari masalah narkoba. Kalau ada keinginan dari pada BNN dilibatkan, saya rasa tepat ini untuk memberikan contoh," kata Firman, Selasa, 17 April 2018.

(Baca: BNN Bakal Tindak Cakada Terlibat Narkoba)

Kasus Bupati Ogan Ilir sebenarnya tidak lagi dalam posisi pembelajaran. Pejabat pemerintah dan pejabat negara harus melawan narkoba, bukan menggunakan narkoba.

Dia pun menilai pejabat yang kedapatan menjadi pemadat harus dicopot. Sebab, pemimpin harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

"Kalau ada pejabat terindikasi menggunakan itu tentunya berhentikan saja dari jabatannya, itu bukan pemimpin yang baik," tegas dia.

(Baca: Narkoba Susupi Pilkada)

Hal senada dilontarkan Anggota DPR Fraksi PKS Almuzammil Yusuf. Dia mendukung usulan agar BNN untuk inspeksi mendadak ke seluruh para calon kepala daerah. Kepala daerah terpilih nanti haram terlibat kasus narkoba.

"Kalau perlu sidak dengan BNN/BNNP di sela-sela kampanye para calon sehingga lebih natural keadannya tanpa persiapan khusus para calon," kata Muzammil.

(Baca: Tertangkap Pakai Narkoba, Bupati Ogan Ilir Bisa Dinonaktifkan)

Muzammil mengakui tes kesehatan sudah memiliki payung hukum dan dilaksanakan pra-pencalonan. Namun, bukan berarti tes urine yang dilakukan oleh BNN dilarang.

"Dalam kerangka sebagai bentuk komitmen kepala daerah untuk anti narkoba, itu bisa jadi arena kampanye anti narkoba semua calon," jelas dia.

BNN menangkap Bupati Ogan Ilir Nofi karena positif menggunakan narkoba jenis sabu di rumahnya, Jalan Musyawarah III, pada Minggu 13 Maret 2016. Bahkan, disinyalir Nofi ini sebagai pemakai akut atau pecandu.

 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id