Djarot Berniat Evaluasi Birokrasi Sumut
Debat paslon pilgub Sumut 2018. (medcom.id/Farida Noris)
Medan:Calon gubernur Sumatera Utara (Sumut) nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat bakal mengevaluasi seluruh birokrasi di Sumut. Evaluasi ini agar Sumut memiliki birokrasi yang kaya fungsi meskipun miskin struktur.

"Birokrasi di Sumut sekarang, jumlah ASN lebih dari 29 ribu, itu 18 ribu adalah guru yang merupakan pelimpahan. Di sini ada 44 badan dan dinas. Efektivitas birokrasi bisa ditentukan dari apakah struktur birokrasi itu rampung atau gemuk," beber Djarot di debat perdana Pilgub Sumut di Hotel Santika Premiere, Medan, Sumut, Sabtu, 5 Mei 2018.


Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengungkap, salah satu masalah birokrasi yakni suka membuat struktur tapi miskin fungsi. Sehingga, Djarot dan pasangannya Sihar Sitorus berniat mengevaluasi birokrasi bila terpilih.

"Kedua, birokrasi harus didorong supaya mereka inovatif dan kreatif. Mereka yang pandai, rajin, dan cerdas harus diberi kesempatan untuk memiliki jenjang yang lebih tinggi dengan diberikan tunjangan kinerja berbasis kinerja," jelasnya.

Djarot menegaskan, ASN yang berprestasi harus mendapat penghargaan yang lebih besar dibandingkan yang bekerja asal.

Rival Djarot, cagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi menyinggung pernyataan Djarot. Menurut Edy, persoalan birokrasi tak terletak di jumlah melainkan kualitas.

"Memang benar,kalau kecil kualitasnya bagus. Tepat. Tapi perlu diketahui, Sumut terdiri dari 33 Kabupaten/Kota. Kalau Jakarta hanya 4 kota. Tapi persoalannya perlu dikaji kembali. Bukan persoalan jumlah, tapi tolong dipikirkan jumlah yang ada tapi berkualitas," papar Edy.



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id