Edy-Musa Perkuat Pendampingan Korban Perdagangan Manusia
Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut satu Edy Rahmayadi dan calon Wakil Gubernur Musa Rajekshah. ANT/M Adimaja.
Medan:Perdagangan manusia menjadi salah satu masalah populer di Sumatera Utara. Calon Wakil Gubernur nomor urut satu Musa Rajekshah mengaku sering menerima pengaduan dari masyarakat tentang masalah ini.

"Saya sering didatangi masyarakat yang mereka tak tahu anaknya ke mana setelah menyerahkan anaknya ke penyalur tenaga kerja," kata Musa dalam debat Pilkada Sumut, Selasa, 19 Juni 2018.


Musa bercerita, banyak keluarga yang tak bisa berhubungan dengan anak mereka. Beberapa di antara anak mereka dipekerjakan di tempat yang tak seharusnya.

Bahkan, Musa pernah mendapatkan salah satu korban perdagangan manusia disekap di sebuah tempat. Mental korban pun jatuh akibat perisitiwa itu. Musa menilai peristiwa ini sering terjadi karena minimnya pengetahuan masyarakat terhadap legalitas penyalur tenaga kerja.

"Kalau kami menjabat kami ingin masyarakat Sumut pintar dan mengerti dan mendapatkan informasi perusahaan legal menyalurkan tenaga kerja, agar tidak terjadi traficking," kata Musa.

Masyarakat pun cenderung bingung melaporkan tindak pidana perdagangan manusia. Musa menyebut, keluarga korban terkadang tak ditanggapi serius saat melapor kepada aparat penegak hukum.

"Kita mau pendampingan kepada masyarakat yang melaporkan anaknya (yang menjadi korban)," kata Musa.

Tak hanya itu, Edy dan Musa juga fokus dalam pemberian pelatihan dan pembekalan keahlian tenaga kerja. Ia berharap masyarakat bisa merasakan keberadaan pemerintah dalam menyelesaikan masalah perdagangan manusia ini.

"Kita berharap masyarakat kalau ada pengaduan dirasakan keberadaan pemerintah, bahwa pemerintah tidak hanya sebatas pengurusan izin tapi juga hak asasi manusia," jelas Musa.



(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id