Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

Bawaslu Minta Simulasi Pilkada Sesuai Kondisi Riil

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Kautsar Widya Prabowo • 12 Oktober 2020 09:27
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyentil simulasi pemungutan dan penghitungan suara yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Lapangan Candi Nambangan, Rejowinangun Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah. Lokasi simulasi yang digelar di lapangan cukup luas dengan tenda besar tidak mencerminkan kondisi riil pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 9 Desember 2020.
 
"Banyak TPS (tempat pemungutan suara) yang didirikan di tempat sempit karena memang ketiadaan lahan atau tempat. Simulasi seharusnya mendekati situasi yang sebenar-benarnya," ujar anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin melalui keterangan tertulis, Minggu, 11 Oktober 2020.
 
Afif juga melihat terdapat fasilitas umum yang dikhawatirkan menyulitkan pemilih disabilitas. Salah satunya, tangga dengan ketinggian 10 sentimeter saat hendak masuk TPS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tangga tersebut bisa menyulitkan pemilih disabilitas dan kalangan orang tua (renta), khususnya yang menggunakan kursi roda," kata dia.
 
Baca: Partisipasi Masyarakat Dibutuhkan Mengawasi Hoaks Pilkada 2020
 
Selain itu, Bawaslu meminta keberadaan daftar pemilih tetap (DPT) yang ditempel di TPS tidak menunjukkan identitas pemilih secara penuh. Nomor induk kependudukan (NIK) dapat diganti menggunakan bintang.
 
Seluruh masukan dari Bawaslu akan disampaikan secara resmi ke KPU. Masukan berupa catatan-catatan secara lengkap terkait dengan simulasi pemungutan dan penghitungan suara.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif