Ilustrasi kampanye. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi kampanye. Medcom.id/M Rizal

Hati-hati, Paslon Bisa Dikambinghitamkan Jika Kampanye Jadi Klaster Covid-19

Pilkada Virus Korona pilkada serentak Pemilu Serentak 2020 DPR RI
Anggi Tondi Martaon • 23 Oktober 2020 13:19
Jakarta: Tim sukses (timses) pasangan calon (paslon) diminta tidak asal-asalan menggelar kampanye selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Kegiatan sosialisasi visi, misi, dan program paslon harus mengikuti aturan main yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
 
"Kegiatan kampanye harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan," tegas Wakil Ketua Komisi II Yaqut Cholil Quomas dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), Jumat, 23 Oktober 2020.
 
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu tak ingin timses mengabaikan penerapan protokol. Kegiatan kampanye tatap muka tetap berpotensi menjadi tempat penyebaran virus korona walau terbatas. Paslon dan timses bisa dijadikan kambing hitam jika klaster baru covid-19 muncul.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: DPR Puji Paslon Jadi Agen Melawan Covid-19 di
 
Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Ansor itu meminta partai politik (parpol) ikut mengawasi kegiatan paslon dan timses saat kampanye. Parpol harus memberikan sanksi kepada paslon atau timses yang melanggar protokol pencegahan covid-19.
 
"Setahu saya sudah ada surat dari beberapa DPP parpol menyampaikan kepada perwakilan di daerah mengawasi penerapan protokol covid-19," sebut dia.
 
Dia meyakini Pilkada 2020 berlangsung aman dari penyebaran covid-19. Dengan syarat, seluruh pihak berkomitmen disiplin menerapkan protokol kesehatan.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif