Warga yang tergabung dalam Masyarakat Pendukung Demokrasi beraksi unjuk rasa di Gladak, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 5 Agustus 2020. Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Warga yang tergabung dalam Masyarakat Pendukung Demokrasi beraksi unjuk rasa di Gladak, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 5 Agustus 2020. Foto: Antara/Mohammad Ayudha

106 Pelanggaran Kampanye Daring Ditemukan Selama Sebulan

Pilkada pilkada serentak bawaslu Pemilu Serentak 2020
Anggi Tondi Martaon • 30 Oktober 2020 20:36
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan 106 pelanggaran kampanye daring selama sebulan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Pelanggaran paling banyak dalam bentuk kampanye negatif.
 
"Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) per (Senin) 26 Oktober, terdapat 106 kampanye negatif," kata anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar dalam keterangan tertulis kepada Medcom.id, Jumat, 30 Oktober 2020.
 
Menurut dia, Kemenkominfo juga menemukan 32 hoaks atau konten informasi palsu. Bawaslu telah memeriksa 87 link pelanggaran kampanye yang diberikan Kemenkominfo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jumlah Kampanye Tatap Muka Menurun, Tapi Tetap Jadi Primadona
 
Sebanyak 15 link dinilai melanggar Pasal 69 huruf c Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pilkada. Hal ini berupa penghasutan, fitnah, adu domba partai politik, perseorangan, ataukelompok masyarakat.
 
Dua link melanggar Pasal 28 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Hal ini terkait penyebaran informasi untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
 
Selain dari Kemenkominfo, Bawaslu menerima lima laporan melalui Bawaslu.go.id. Setelah ditindaklanjuti, satu laporan dinyatakan melanggar Pasal 62 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 juncto Pasal 187 UU Pilkada terkait pelanggaran penanyangan iklan kampanye di media massa elektronik, cetak, dan daring.
 
Bawaslu juga menerima 36 laporan pelanggaran kampanye media daring melalui saluran online. Bawaslu mengimbau masyarakat membantu mengawasi kampanye daring. Jika menemukan pelanggaran, publik dapat melaporkan melalui situs Direktorat Jenderal (Ditjen) Aplikasi Informatika (Aptika), Bawaslu atau WhatsApp 081114141414.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif