Ilustrasi Pilkada 2020. Medcom.id
Ilustrasi Pilkada 2020. Medcom.id

KPU Kota Depok Kesulitan Mencari Lahan untuk TPS

Pilkada Virus Korona pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Anggi Tondi Martaon • 27 Oktober 2020 18:24
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok mengaku kesulitan mencari area tempat pemungutan suara (TPS) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Sebab, ketentuan tempat pencoblosan mengalami perubahan di tengah pandemi virus korona (covid-19).
 
"Kalau segi lapangan (area TPS), kalau melihat juknis (petunjuk teknis) yang ada agak kesulitan sedikit," kata Komisioner KPU Kota Depok Mahadi Rahman Harahap di Kompleks Media Group, Kedoya, Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Salah satu perubahan mencolok juknis TPS yaitu harus mendukung penerapan protokol kesehatan. Terutama, ketentuan jarak aman antarpetugas, pemilih, dan bilik suara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini membuat ukuran area satu TPS berubah, dari 5x6 meter menjadi 8x10 meter. "Itu luasnya (TPS) diatur banget sekarang," ungkap dia.
 
KPU daerah juga harus menambah jumlah TPS. Sebab, jumlah maksimal pemilih pada satu TPS dikurangi dari 800 orang menjadi 500 pemilih.
 
(Baca: KPU Atur Kedatangan Pemilih ke TPS)
 
Ketentuan tersebut membuat jumlah TPS di Kota Depok bertambah sebanyak 598 TPS. "Dari awal pengadaan sebanyak 3.417 TPS menjadi 4.015 TPS," beber dia.
 
Pihaknya terus berupaya mencari area TPS sesuai aturan. Salah satunya, memanfaatkan sarana publik yang tidak digunakan selama virus korona melanda Indonesia.
 
"Misal sekolah kan lagi libur karena PJJ (pembelajaran jarak jauh)," ujar dia.
 
KPU Kota Depok juga berencana menggunakan tempat ibadah. Penggunaan tempat ibadah tidak menyalahi aturan.
 
"Yang tidak boleh itu di ruang ibadah itu hanya kampanye politik. Tapi kalau untuk pemilihan masih boleh," kata dia.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif