Munafri-Rahmatika Klaim Unggul dari Kotak Kosong
Pasangan calon tunggal Pemilihan Wali Kota Makassar 2018, Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi. Medcom.id/Andi
Makassar:Pasangan calon tunggal Pemilihan Wali Kota Makassar 2018, Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi mengklaim unggul perolehan suara atas kotak kosong. Mereka menampik hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei yang menampilkan hasil sebaliknya.

Ketua tim pemenangan Munafri-Rahmatika Farouk M Betta mengungkapkan, hasil penghitungan salinan rekapitulasi TPS atau C1 menunjukkan bahwa mereka unggul dengan perolehan 52,21 persen suara. Sedangkan kotak kosong dengan angka 47,79 persen.


Data itu kata Farouk, dihimpun berdasarkan salinan C1 di 2.483 TPS, dari 2.670 TPS se-Makassar. Menurut tim internal, data itu sebanding dengan 93 persen suara sah. 

"Data real count terakhir yang diinput hingga pukul 18.00 Wita menunjukan kemenangan Appi-Cicu (Munafri-Rahmatika)," kata Farouk pada konferensi pers di posko pemenangan jalan AP Pettarani Makassar, Rabu 27 Juni malam.

Farouk menjelaskan bahwa real count terlambat diumumkan dibandingkan hasil quick count yang sudah lebih dulu tersebar. Tim menunggu Munafri berbuka puasa syawal. Di sisi lain, sejumlah saksi terlambat memasukkan hasil rekapitulasi.

"Data yang diinput mengalami keterlabatan karena saksi yang ditugaskan agak lambat memasukan data, mereka merekap dulu per-kelurahan," ungkapnya.

"Kita berpakotan di C1 dan itu yang diserahkan saksi kami. Dan sampai detik ini kita yakin menang, semoga hingga beberapa hari kedepan KPU umumkan dan sesuai dengan data real kami," Farouk meanambahkan.

Terkait sejumlah quick count yang memenangkan kolom kosong, Farouk menyebutnya tak lain sebagai upaya penggiringan opini. Itu dianggan sebagai upaya pihak tertentu yang tak ingin Munafri-Rahmatika memimpin Makassar. Dia mengimbau masyarakat menunggu hasil penghitungan resmi dari KPU.

"Beberapa jam kita disibukkan terkait penginputan ini. Yang beredar itu kan cuma menggunakan beberapa sampel, jadi jangan terus membentuk opini di masyarakat," ujarnya.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id