Warga yang tergabung dalam Masyarakat Pendukung Demokrasi beraksi unjuk rasa di Gladak, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 5 Agustus 2020. Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Warga yang tergabung dalam Masyarakat Pendukung Demokrasi beraksi unjuk rasa di Gladak, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 5 Agustus 2020. Foto: Antara/Mohammad Ayudha

Pilgub Sumbar dan Bengkulu Rawan Isu SARA

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Anggi Tondi Martaon • 23 September 2020 05:42
Jakarta: Pemilihan gubernur (pilgub) di Sumatra Barat (Sumbar) dan Bengkulu dinilai rawan pelanggaran materi kampanye. Hal ini disoroti Badan Pengawas Pemilu dalam penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.
 
"Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) juga memotret kerawanan dalam aspek materi kampanye," kata Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin saat menyampaikan Indeks Kerawanan Pilkada (IKP) 2020 melalui virtual, Selasa, 22 September 2020.
 
Menurut dia, penyalahgunaan materi kampanye meliputi penggunaan konten dengan unsur identitas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Selain itu, masalah ini mencakup ujaran kebencian, hoaks, dan kampanye hitam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Afif menyampaikan Sumbar dan Bengkulu paling tinggi potensi menyalahi aturan materi kampanye. Sementara itu, Jambi masuk kategori sedang.
 
"Sedangkan enam provinsi termasuk dalam rawan rendah," ungkap dia.
 
Baca: KPU Desak Peserta Pilkada Aktif Gelar Kampanye Daring
 
Di tingkat kabupaten/kota, tujuh daerah masuk ke dalam kategori tingkat tinggi. Wilayah ini meliputi Kabupaten Sekadau, Kota Bukittinggi, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Solok, Kabupaten Pasaman, Kota Sungai Penuh, dan Kabupaten Halmahera Timur.
 
Sebanyak 18 kabupaten/kota termasuk dalam rawan sedang. Sementara itu, tingkat kerawanan pelanggaran materi kampanye di 236 kabupaten/kota masuk kategori rendah.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif