(Ilustrasi) Hari pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 saat 9 Desember. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
(Ilustrasi) Hari pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 saat 9 Desember. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

BNPB Wanti-wanti Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Pencoblosan

Pilkada Virus Korona bnpb Pemilu Serentak 2020 pandemi covid-19 protokol kesehatan Ingat Pesan Ibu Satgas Covid-19
Indriyani Astuti • 21 November 2020 15:07
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mewanti-wanti potensi risiko penularan covid-19 saat pemungutan suara 9 Desember 2020. Penyebaran covid-19 diprediksi tinggi jika penerapan protokol kesehatan kendur saat pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.
 
"Kegiatan apapun yang sifatnya kerumunan massa berbahaya. Bisa saja ada pengerahan massa oleh pasangan calon saat di tempat pemungutan suara," kata Ketua Bidang Perubahan Perilaku BNPB Sonny Hari B Harmadi dalam diskusi mengenai evaluasi kampanye pilkada 2020, Sabtu, 21 November 2020.
 
Sonny menyebut lebih banyak orang yang hadir ke tempat pemungutan suara (TPS) ketimbang saat kampanye tatap muka. Karena itu, potensi risiko penularan covid-19 menjadi lebih tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BNPB mencatat sejumlah wilayah penyelenggara pilkada masih masuk daftar risiko tinggi atau zona merah. Sonny menyebut 13 kabupaten/kota berada dalam risiko tinggi. Sedangkan 180 kabupaten/kota berada dalam risiko sedang (zona kuning).
 
Baca: Pelanggaran Masker Paling Sering Terjadi Saat Kampanye
 
Daerah dengan risiko tinggi, antara lain, Gunung Sitoli, Sumatera Utara; Bandar Lampung, Lampung; Cilegon, Provinsi Banten; Kota Bandung dan Tasikmalaya, Jawa Barat. Dia berharap seluruh pihak yang terlibat patuh menjalankan protokol kesehatan.
 
"Kami mendorong mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3M) diterapkan ketat di daerah yang melaksanakan pilkada. Bukan hanya pasangan calon, tapi juga masyarakat diingatkan terus," tegas Sonny.
 
Menjaga jarak dan memakai masker dengan benar menjadi protokol kesehatan yang paling sulit dipatuhi masyarakat. Padahal, risiko penularan bisa diturunkan dengan menerapkan keduanya ditambah rutin mencuci tangan.
 
Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangan dan #cucitanganpakaisabun.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif