Ilustrasi KPU. Medcom.id
Ilustrasi KPU. Medcom.id

KPU Diminta Susun Mitigasi Risiko Pilkada 2020

Pilkada Virus Korona pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Kautsar Widya Prabowo • 13 Oktober 2020 05:39
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta menyusun mitigasi risiko dalam gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Upaya ini dapat menekan risiko terburuk saat penyelenggaraan pilkada di tengah pandemi covid-19 (korona).
 
"Jadi tingkat risiko yang harus ditetapkan, di mana kita sampai pada keputusan lanjut atau tidak," ujar Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, Eko Prasojo, dalam diskusi virtual, Senin, 12 Oktober 2020.
 
Eko menyakini pemerintah belum memiliki perhitungan yang menjadi dasar diselenggarkan atau dibatalkannya pesta demokrasi daerah. Hal ini bisa membawa dampak negatif, salah satunya kekhawatiran masyarakat berpartisipasi dalam Pilkada Serentak 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kondisi tersebut dialami langsung oleh Eko. Dia mengaku di daerah rumahnya, Depok, Jawa Barat, tidak ada masyarakat yang mendaftarkan diri menjadi anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).
 
"Sejak diumumkan (dibuka 1 Oktober 2020) menjadi calon KPPS tidak ada yang mau mendaftar," beber dia.
 
Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Valina Singka Subekti, menyebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki kewenangan menyusun langkah-langkah mengantisipasi kendala saat berlangsungnya pilkada. Valina pernah membuat mitigasi risiko dalam pemilu saat menjabat sebagai komisoner KPU periode 2004-2007.
 
Ia menyusun beberapa pilihan apabila terjadi hal-hal yang tidak dinginkan selama jalannya pemilu. "Seperti yang kita kerjakan dulu waktu 2004, kalau enggak A, B, C kan begitu. Mereka (KPU) harus lakukan itu, mitigasi risiko," tutur dia.
 
Valina menegaskan KPU harus dapat memberikan kepastian kepada masyarakat Pilkada Serentak 2020 dapat berjalan aman dan sehat. Jatuhnya korban jiwa dari anggota KPPS pada Pemilu 2019 tidak boleh lagi terulang.
 
"Semua serba ketakutan sekarang. Ini perlu dipertimbangkan. Kalau menurut saya bukan membatalkan pilkada ya, tapi tinggal waktu (yang tepat) kapan," tutur dia.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif