Buku Diplomasi Ringan dan Lucu karya Wahid Supriyadi. Foto: Dok Pribadi
Buku Diplomasi Ringan dan Lucu karya Wahid Supriyadi. Foto: Dok Pribadi (Iwan Jaconiah)

Iwan Jaconiah

Penyair, esais, kandidat PhD Culturology di Universitas Negeri Sosial Rusia.

Memoar Seorang Diplomat cum Budayawan

Pilar peluncuran buku rusia bedah buku
Iwan Jaconiah • 21 Februari 2021 11:49
“BUNG Iwan, saya sedangsiapinsebuah buku ringan dan lucu. Sudah punya cucu, jadi mau istirahat dulu sambil nulis-nulis pengalamanaja,” ungkap diplomat senior Wahid Supriyadi di Moskwa, Rusia, pada awal musim panas 2020.
 
Dia melangkah keluar dari ruangan, tempat berkantor sehari-harinya di Gedung KBRI Moskwa. Dua bola mata Wahid sejurus melirik ke arah deretan pigura para diplomat di ruangan bawah. Notabene mereka pernah menjabat sejak dari era Uni Soviet sampai Federasi Rusia, kini.
 
Ayah dua putri dan satu putra itu telah usai menunaikan tugas sebagai Duta Besar (Dubes) untuk Rusia dan Belarusia per Juli, waktu itu. “Harusnya, sayaudahselesai. Namun, Presiden Jokowi beri tugas ekstra,” ketusnya sembari melangkah naik ke mobil dinas menuju Lapangan Merah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
“Apa nama calon dubes pengganti sudahfix?” tanya saya. “Ya, saya kira sudah. Tinggal Presiden Jokowi lantik. Paling lambat musim dingin (Desember), dubes baru akan tiba,” ucapnya seraya meluruskan tungkai kacamata yang sedikit miring. Obrolan singkat di atas mobil necis hitam yang dikemudikan seorangbule, dari KBRI Moskwa sampai Lapangan Merah, itu jadi pertemuan terakhir saya dengan Wahid sebagai dubes. Dia adalah pribadi yang ulet, telaten, tegas, dan nekat. Selama bertugas di Negeri Tsar pada 2016-2020, ada berbagai pencapaian dia ukir.
 
Hari demi hari terlewati sudah. Presiden Joko Widodo pun akhirnya menahbiskan Jose Antonio Morato Tavares sebagai pengganti Wahid. Jose dilantik di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 26 Oktober 2020. Dia pun tiba di Moskwa, pada Minggu, 13 Desember 2020.
 
Di Bandara Vnukovo, salju rinai perlahan, siang itu. Jose tampak dijemput oleh Wakil Dubes Azis Nurwahyudi, Atase Pertahanan Firman Dwi Cahyo, dan Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler Lusy Surjandari. Mereka menyambut Jose penuh sukacita.
 
Kini, Jose telah memulai tugasnya. Dia adalah orang pertama dari daratan Timor yang menjabat sebagai dubes di Negeri Tsar. Kendati demikian, dalam ranah diplomasi, Jose adalah orang ketiga asal eks Provinsi Timor Timur (kini Timor Leste) yang menjadi dubes.
 
Sebelumnya, ada Mario Viegas Carrascalao dan FX Lopes da Cruz. Jose pernah menduduki jabatan dubes untuk Selandia Baru merangkap Samoa dan Tonga pada 2013-2016. Kiprah alumnus Universitas Padjadjaran (1980) di dunia diplomasi tak perlu diragukan lagi.

 

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif